Larangan penjualan mobil konvensional akan berlaku mulai tahun 2035.

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA – Kendaraan konvensional atau kendaraan bermesin pembakaran dalam (ICE) dinilai kurang ramah lingkungan. Karenanya, sejumlah daerah pun mendukung transisi sistem transportasi berbasis kendaraan listrik (EV).

Dilansir dari Car and Driver, Kamis (24/9), salah satu area yang mantap memberikan dukungan untuk EV adalah California. Bahkan, salah satu negara bagian di Amerika Serikat juga akan melarang penjualan kendaraan ICE agar masyarakat memiliki alasan kuat untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Larangan tersebut akan diterapkan pada 2035. Oleh karena itu, California Air Resources Board (CARB) juga sedang menyusun regulasi yang mewajibkan semua kendaraan penumpang menjadi kendaraan tanpa emisi.

Sebagai salah satu negara bagian paling maju, California juga merupakan negara bagian pertama di AS yang menerapkan larangan ini sebagai peraturan. Setelah peraturan ini diberlakukan untuk kendaraan penumpang, maka peraturan serupa akan diberlakukan untuk kendaraan niaga pada tahun 2045.

Regulasi seperti ini tentunya menjadi angin segar bagi para pelaku industri EV. Selain itu, masyarakat yang berwawasan lingkungan patut dilegakan karena regulasi ini otomatis membuat harga EV semakin tertekan akibat kenaikan volume penjualan.

Selain di luar negeri, Indonesia saat ini sedang bersiap menyambut EV. Saat ini, seluruh pemangku kepentingan terus mempersiapkan landasan bagi kehadiran EV. Salah satu stakeholders yang mengambil sikap adalah PT Pertamina (Persero).

Mengingat, perusahaan yang dulunya dikenal bergerak di bidang migas ini juga bertransformasi menjadi perusahaan energi. Manager Communication Relations & CSR Marketing Operation Unit Pertamina Region III Eko Kristiawan mengatakan, sebagai perusahaan energi, Pertamina kini memiliki ruang lingkup unit bisnis yang lebih luas.

“Ini juga yang mendorong kita untuk beradaptasi sesuai perkembangan teknologi. Termasuk dalam hal pengembangan EV. Mengingat EV merupakan kebutuhan dan merupakan sistem kendaraan masa depan yang mendukung tercapainya lingkungan hidup yang lebih baik,” Eko dalam diskusi virtual interaktif MOR III dengan Forum Jurnalis Otomotif (FORWOT) pada pertengahan September.