Larangan mobil bertenaga bensin bertujuan untuk mengurangi emisi.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA – Gubernur California Gavin Newsom menandatangani perintah eksekutif yang akan melarang penjualan mobil bertenaga bensin di negara bagian itu pada tahun 2035. Langkah tersebut merupakan salah satu langkah yang diumumkan oleh gubernur yang bertujuan untuk mengurangi emisi, gas rumah kaca. dan polusi lainnya di negara bagian.

Namun, perintah eksekutif tersebut belum akan mencegah warga California memiliki mobil bertenaga bensin atau menjualnya di pasar mobil bekas. Rekahan hidrolik, metode ekstraksi minyak dan gas yang dikenal sebagai fracking, juga dapat terjadi di blok pemotongan Golden State.

Newsom mengatakan dia bekerja dengan Badan Legislatif California untuk melarang praktik tersebut pada tahun 2024. Perintah itu juga bertujuan untuk membuat peraturan kesehatan dan keselamatan baru yang melindungi pekerja dan komunitas dari efek ekstraksi minyak.

Newsom mengumumkan pesanannya untuk berdiri di depan barisan merek kendaraan listrik teratas termasuk Audi dan Tesla, dan diapit oleh Ketua Dewan Sumber Daya Udara California Mary Nichols. "Dari semua krisis simultan yang kita hadapi sebagai negara dan saya pikir sebagai bangsa – dalam hal ini dari perspektif global – tidak ada yang lebih penting, tidak ada yang lebih kuat dari masalah krisis iklim," kata Newsom.

Perintah Newsom dimulai dengan menyatakan bahwa krisis perubahan iklim sedang terjadi sekarang, mempengaruhi California dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mempengaruhi kesehatan dan keselamatan terlalu banyak orang California. Dia melanjutkan untuk mencatat dampak ekonomi yang menghancurkan yang ditimbulkan oleh Covid-19, dengan mengatakan, "Saat ekonomi kita pulih, kita harus mempercepat transisi ke masa depan yang netral karbon, termasuk penekanan pada solusi iklim untuk daerah berpenghasilan rendah."

Menurut negara bagian itu, sektor transportasi menyumbang lebih dari setengah emisi karbon California, 80 persen polusi penyebab kabut asap, dan 95 persen emisi solar. California, negara bagian terpadat di AS, memiliki sekitar 40 juta orang dan ada lebih dari 36 juta pendaftaran kendaraan berbayar di negara bagian itu pada 2019, menurut Departemen Kendaraan Bermotor.

Newsom mengatakan langkah California akan mendorong pembuat mobil AS untuk meningkatkan dan meningkatkan daya saing mereka secara global. Selain itu, disebutkan bahwa negara lain termasuk China, Jepang dan Israel juga telah menetapkan tolok ukur untuk mengadopsi kendaraan listrik.

Dewan Sumber Daya Udara California akan ditugaskan untuk mengembangkan peraturan yang mewajibkan semua mobil yang dijual di negara bagian itu mulai tahun 2035 menjadi kendaraan tanpa emisi. California memperkirakan langkah tersebut akan menghasilkan pengurangan lebih dari 35 persen dalam emisi gas rumah kaca dan pengurangan 80 persen dalam asap beracun tertentu di knalpot kendaraan.

sumber: Antara