Jakarta –

Dalam situasi tidak menguntungkan karena terjebak dalam demonstrasi saat mengemudi, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik. Langkah selanjutnya, jika aman, berpura-puralah menjadi salah satu peserta aksi.

Langkah ini dilakukan saat detikers benar-benar macet, karena jauh lebih bijak untuk tidak mengemudi sama sekali saat demonstrasi atau memilih mengemudi saat situasi aman. Demikian diungkapkan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Misalnya terjebak macet (karena aksi demo) maka jangan panik, segera cari area parkir yang bukan areal sasaran para demonstran. Kalau tidak bisa bergerak, jangan. 39 Jangan panik, keluar dari mobil dan berbaur dengan kendaraan kita sambil pura-pura menjadi demonstran, "kata Jusri.

Saat berpura-pura menjadi demonstran, detikers pun bisa sekaligus menjaga kendaraan.

Saat ini jalanan di Balaikota masih dipenuhi orang dan mulai dirusak dengan pembakaran fasilitas umum di kawasan tersebut. Foto: Pradita Utama

“Saat kita berbaur menjadi pengunjuk rasa, kita bisa memberi nasehat kepada pengunjuk rasa, jangan merusak kendaraan kita seolah-olah kita bukan pengemudi atau pemiliknya,” kata Jusri.

“Saya melakukan ini dulu ketika ada kerusuhan. Ketika saya terjebak dan tidak bisa menghindar saya menarik kendaraan ke samping lalu saya turun dari mobil, saya bahkan melepas pakaian saya seolah-olah saya bagian dari mereka. Akhirnya Saya kasih nasehat jangan sampai merusak kendaraan dan berhasil lho, ”tutup Jusri cerita.

Tonton Video "Mau Ikut Demo, Gang Mahasiswa-Motor Diamankan Polsek Cilegon"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)