Jakarta –

Polisi Nasional terus membuka konter layanan SIM di tengah pandemi virus Corona. Ini adalah cara merawat dan memperluas SIM dalam keadaan darurat korona.

Sebagai negara hukum, mengemudi tentu saja masih memiliki kondisi dan aturan seperti kepemilikan SIM yang berlaku. Mereka yang perlu membuat SIM atau memperpanjang masa berlaku akan tetap dilayani di Unit Administrasi SIM (Satpas).

Layanan ini tentu tidak seperti hari biasa sebelum pandemi virus Corona menyelimuti dunia. Kepala Sub Direktorat SIM Sub Direktorat Lalu Lintas, Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin Hanggara menjelaskan bahwa ada prosedur kesehatan yang harus dilalui ketika memasuki Satpas dan selama proses memperoleh SIM.

"Menggunakan topeng, setibanya di Satpa diperlukan untuk mencuci tangan, mematuhi jarak fisik, melalui pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki satpam," jelas Kompol Hedwin saat dihubungi oleh AFP melalui SMS, Jumat (5/8/2020) .

Selebihnya Kompol Hedwin menegaskan bahwa tidak ada prosedur teknis untuk manajemen SIM yang telah berubah, hanya penambahan standar kebersihan dan peningkatan jarak antar badan. Untuk mencuci tangan, air keran telah disediakan yang dapat digunakan oleh semua orang.

"Sudah ada area cuci tangan, prosedur pembuatan SIM belum berubah," katanya.

Proses pembuatan SIM seperti biasa perlu diingat bahwa ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti batas usia sesuai dengan jenis SIM dan persyaratan administrasi. Persyaratan administrasi cukup mudah untuk membawa Kartu Tanda Penduduk asli setempat (KTP) yang masih berlaku untuk Warga Negara Indonesia atau dokumen imigrasi untuk Warga Negara Asing.

Lampiran juga diperlukan dalam pengajuan kelas SIM publik baru, yaitu sertifikat lulus dari pendidikan dan pelatihan mengemudi, atau Izin Kerja dari Kementerian yang bertanggung jawab atas Tenaga Kerja untuk Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia. Kesehatan jasmani dan rohani juga merupakan salah satu persyaratan untuk melamar atau memperpanjang SIM. Surat ini biasanya dapat dibuat di klinik polisi, atau di pusat layanan kesehatan yang merupakan pernyataan dari dokter.

Setelah persyaratan disiapkan, selanjutnya adalah mengambil formulir aplikasi SIM dan membayar sesuai tarif yang ditentukan.

[Lanjut Halaman Berikutnya]