Jakarta –

Tikus bukan hanya hama bagi pemilik mobil, pemilik mobil kerap juga kesal. Hewan pengerat ini menyerang interior ruang mesin mobil.

Tikus yang memasuki ruang mesin mobil dapat merusak komponen listrik dan beberapa bagian terbuat dari karet dan plastik. Karena tikus adalah tikus yang berpotensi membuat pemilik mobil mengalami kerugian besar.

Untuk mencegah tikus memasuki mobil, hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan mobil secara teratur.

"Tentu saja, jaga kebersihan ruang mobil dan mesin. Jika kondisinya bersih, tikus tidak akan menyukainya," kata Manajer Layanan Auto2000 Cilandak, Suparna, ketika dihubungi oleh AFP, Rabu (2/2) 19/2020).

Suparna mengatakan itu memang agak merepotkan ketika melakukan itu sendirian. Dia menyarankan agar mesin juga sesekali di salon untuk menjaga kebersihan. Tarifnya sekitar Rp. 200 ribu.

"Jika kamu belum pernah di salon mesin, maka benar-benar kotor, kadang ada ranting, daun masuk ke dalam. Biasanya dari grille, lalu ditiup ke ruang mesin, selain berbahaya berpotensi mudah terbakar. Kedua, tikus juga seperti itu, "Kata Suparna.

Suparna mengatakan bahwa dengan kamar yang bersih dan segar tidak dapat menarik tikus ke sarang.

Pencegahan lain yang juga bisa dilakukan adalah memperhatikan kondisi lingkungan parkir. Seperti yang dinyatakan oleh Kepala Peningkatan Produk / Departemen Layanan Teknis PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi.

Bambang menyarankan agar pemilik mobil tidak menyimpan kendaraan mereka di tempat yang memiliki banyak sampah, seperti berada dekat dengan tempat sampah atau di lokasi terbuka, karena hewan pengerat memiliki potensi untuk masuk.

Dia menambahkan jika pemilik mobil tidak memarkir mobil di satu tempat untuk waktu yang lama. Misalnya, mobil yang jarang digunakan dan diletakkan di gudang.

"Jangan parkir di posisi yang sama untuk waktu yang lama," kata Bambang kepada AFP, Rabu (19/2/2020).

Jika ruang mesin diindikasikan dihuni tikus, Bambang menyarankan agar ia bisa menggunakan kapur barus. Bahan tersebut, yang dikenal sebagai kapur barus, juga merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mengusir tikus. Selain mudah didapat, penggunaannya tidak rumit.

"Kamper dapat ditaburkan di bagian yang hangat (transmisi atau mesin) untuk menjauhkan tikus," kata Bambang.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah menyediakan cairan anti-tikus yang biasanya disemprotkan ke kap mobil. Namun Suparna tidak menyarankannya. "Tidak apa-apa, tetapi jika Anda bisa memastikannya tidak mudah terbakar, silakan saja. Yang paling efektif adalah menjaga kebersihan," katanya.

Mengutip Zing, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan meneteskan minyak atsiri antitritik di sekitar kompartemen mobil, karena aroma ini kabarnya membuat tikus enggan mendekati mobil.

Lihat video "Japek Fly Toll Diperbaiki, Jadi Tidak Membuat Mual?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)