Jakarta – Setelah permintaan pembebasan Carlos Ghosn dari tahanan beberapa waktu lalu ditolak, kini mantan bos Nissan itu diduga menerima dana sebesar Rp 128 miliar (7,8 juta euro atau US $ 9 juta) selama 8 bulan terakhir sebelum ditahan. Tepat antara April 2018 dan November 2018.

Temuan itu diungkapkan oleh Nissan Motor Company dan Mitsubishi Motor Corporation hari ini (18/1/2019). Entri tidak resmi atas nama Nissan dan Mitsubishi diterima oleh Ghosn dari Belanda.

Baik bos otomotif Hiroto Saikawa (Nissan) dan Osamu Masuko (Mitsubishi) mengaku belum pernah mengetahui hal ini. Ghosn juga sebelumnya tidak pernah meminta izin mengenai dana tersebut.

Dengan temuan baru, pembebasan Ghosn dipercayakan menjadi lebih sulit. Pengacara Ghosn tidak dapat dihubungi untuk pernyataan, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Sebelumnya, Ghosn dituduh tidak melaporkan penghasilannya utuh. Eksekutif berusia 64 tahun itu juga telah ditangkap atas tuduhan melanggar kepercayaan dalam mengalihkan kehilangan investasi pribadi senilai 1,85 miliar yen, setara dengan USD 17 juta, ke Nissan.

Ketika muncul di depan umum setelah ditahan untuk waktu yang lama, Ghosn terlihat lebih kurus dengan mengenakan jas tanpa dasi. Rambut hitamnya juga menunjukkan rambut abu-abu. Tangannya diikat dengan borgol dan ada tali di pinggangnya. Ghosn ditahan di sel kecil dengan toilet di ujung ruangan, jauh dari fasilitas jetset yang didapatnya saat masih bertugas di Nissan.

Pengacara Ghosn meminta pengadilan Jepang untuk membebaskan kliennya setelah membaca pembelaan Ghos. Tapi itu ditolak. Sekarang Ghosn ditahan lagi sementara pihak terkait melakukan investigasi lebih lanjut. (ruk / lth)