Jakarta –

Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku induk organisasi otomotif di Indonesia serta sebagai fasilitator dan regulator kegiatan otomotif di Indonesia berinisiatif untuk melakukan standarisasi penyelenggaraan kegiatan mobilitas. Salah satunya, IMI akan membuat pemandu berkendara motor secara berkelompok seperti konvoi.

IMI akan menerbitkan "Tata Cara Standardisasi BJB Berkendara Sepeda Motor Bersama". Dalam membuat standarisasi tata cara mengendarai sepeda motor kelompok, IMI menugaskan tim khusus yaitu Tim Mobilitas untuk menghasilkan standardisasi berupa buku panduan dan video. Produksi rombongan pemandu mengemudi sepeda motor ini ditugaskan kepada 16 bikers pilihan dari berbagai klub sepeda motor di Indonesia.

“Tujuan dibuatnya standardisasi ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan khususnya masyarakat atau klub motor, dan pengguna jalan pada umumnya,” kata Sadikin Aksa, Ketua IMI dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (23/9/2020). ).

Sebelum meluncurkan panduan mengemudi berupa buku dan video, 16 biker yang ditunjuk ditugaskan untuk melakukan touring yaitu berkendara secara berkelompok menempuh jalur Cikarang-Cirebon-Bandung-Jakarta. Kegiatan dimulai dengan pelatihan teori selama dua hari bagi seluruh bikers Mobility Team yang ditugaskan. Selama PSBB, kegiatan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum pemberangkatan, setiap peserta mengikuti rapid test dan membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan.

Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga pengawas IMI menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Prosedur Standardisasi Mengendarai Sepeda Motor Secara Berkelompok. “Di Indonesia tercatat lebih dari 2.800 kecelakaan dan lebih dari 548.000 pelanggaran lalu lintas. Dari trennya, pemilik kendaraan roda dua di Indonesia sudah hampir melebihi 120 juta, dan pertumbuhannya luar biasa yaitu 9% sedangkan pertumbuhan jalan hanya 1,9%, ”kata Bamsoet.

“Jalan di Indonesia dikuasai oleh pengguna roda dua yaitu sekitar 87,3% dan sisanya pengguna kendaraan lain. Oleh karena itu perlu dibuat standarisasi. Saya mengapresiasi IMI yang menggagas acara ini sehingga kedepannya berkendara berkelompok harus tahu. Tekniknya, mengendarai motor, tapi dalam kelompok kita harus tahu kapan harus menarik bensin, kapan harus menjaga jarak, karena ini adalah tim, kita harus selaras.Jadi banyak hal yang harus dipahami dalam mengemudi kelompok, "kata Bamsoet.

Dalam pelaksanaan touring dan pembuatan panduan "Tata Cara Standardisasi BJB Mengendarai Sepeda Motor Secara Grup", IMI Mobility juga menyematkan empat pilar yaitu pariwisata, sosial, keselamatan jalan raya dan aksi lingkungan.

“Dalam touring dibuat standarisasi termasuk safety gear, formasi touring, dll. Panduan ini akan dikemas dalam video petunjuk cara berkendara berkelompok. Video ini nantinya bisa diunduh secara gratis oleh masyarakat umum,” ujar Joel D. Mastana , Sekretaris IMI Mobility. .

Nantinya, biker dari Tim Mobility akan menyiapkan instruksi berkendara seperti penggunaan safety gear, formasi konvoi seperti di kemacetan, penggunaan isyarat tangan, aturan untuk melewati tikungan, pengereman, manajemen perjalanan, dan lain-lain. Pedoman tersebut juga berisi aturan untuk menerapkan protokol kesehatan normal baru dalam mobilitas.

Dalam rangkaian kegiatan touring pembuatan panduan ini, Tim Mobilitas juga menyempatkan diri mengunjungi salah satu pusat rehabilitasi primata yaitu Aspinall Foundation Ciwidey, Bandung. Di sana, IMI Mobility juga memberikan donasi.

“Tujuan berkunjung ke Aspinall Foundation adalah menyosialisasikan kepada masyarakat otomotif Indonesia untuk mulai mencintai dan mulai melakukan aksi perlindungan lingkungan untuk anak cucu Indonesia dan dunia. Ingat, alam tidak membutuhkan kita, kita butuh alam, "kata Joel.

Tonton Video "Older, More Antique, Motor CB Pamekasan Madura Gathering"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)