Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (AS) telah membuat beberapa produsen mobil menaikkan harga jual mobil mereka. Daihatsu, misalnya, telah mengumumkan dalam waktu dekat bahwa akan menaikkan harga mobilnya dalam hal ini.

Daihatsu saat ini sedang menghitung dengan hati-hati berapa kenaikan harga yang tepat sehingga mobil itu masih bisa dijangkau oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya satu atau dua model, Daihatsu mengungkapkan kenaikan harga akan mempengaruhi setiap model yang dijual di Indonesia.

Langkah Daihatsu untuk meningkatkan harga mobil belum diikuti oleh Toyota dalam waktu dekat. "Tidak ada pikiran untuk menaikkan harga. Kami akan terus mengevaluasi setiap bulan, baru kemarin," kata Direktur Eksekutif Manajer PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto ketika dikonfirmasi pada Jumat (11/11/2018).

Seperti diketahui pada awal Oktober, Toyota mengumumkan bahwa mereka telah menaikkan harga empat model mobilnya.

Keempat model Toyota yang mengalami kenaikan harga di Indonesia adalah Voxy, Rush, Calya, dan Agya.

Kenaikan harga juga bervariasi dari Rp. 1,6 juta hingga tertinggi Rp. 4 juta. Peningkatan terjadi di semua varian dari empat model. Ditulis di situs resmi PT Toyota Astra Motor, tipe terendah Agya, misalnya, naik dari Rp. 133,55 juta menjadi Rp. 135,15 juta. Demikian pula, varian tertinggi saat ini dijual adalah Rp 155,55 juta. Dan juga berlaku untuk ketiga model lainnya.

Sementara Daihatsu masih enggan membocorkan nilai kenaikan harga mobil.

"Untuk semua model, di seluruh Indonesia, kami telah menganalisis kisaran seberapa baik itu. Seperti obat-obatan, bahan-bahan harus tepat sehingga perusahaan tidak terus kehilangan," kata Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra. (kering / lth)