Jakarta – Bahkan aturan ganjil diperpanjang di sejumlah jalan di DKI Jakarta hingga 31 Desember 2018, membuat pemilik mobil tidak dapat mengoperasikan mobil mereka setiap hari di jalanan Jakarta.

Lalu apakah ada dampak kebijakan atas penjualan mobil bekas?

Menurut Presiden Direktur mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan, dampak dari kebijakan bernomor genap pada penjualan mobil bekas ada, tetapi tidak signifikan.

"Mungkin ada dampak, tetapi tidak signifikan," jelas Fischer di bagian & # 39; Obrolan Bersantai tentang Mobil Bekas & # 39; acara di Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

Menurut Fischer, mayoritas pembeli mobil bekas sendiri adalah pembeli secara kredit, jadi jika pemilik mobil harus membeli mobil lain melalui skema kredit, itu akan sulit.

"Pembeli mobil bekas membeli 60 persen secara kredit. Daur ulang mobil mereka sendiri biasanya setelah kredit selesai. Mungkin ada minat konsumen untuk menambahkan mobil dengan piring lain. Tapi apa kekuatannya, jika sekarang dia memiliki mobil masih dalam angsuran, maka masalah terjadi ketika membeli kredit mobil kedua lagi. Leasing akan sulit untuk disetujui, "lanjut Fischer.

Fischer menjelaskan, bahkan jika ada pemilik mobil yang membeli mobil kedua untuk berurusan dengan nomor ganjil, mereka biasanya adalah konsumen mobil kelas menengah.

"Ada kelompok satu dan dua, biasanya mereka yang membeli mobil high-end dan membeli uang tunai. Jadi yang dulunya adalah Alphard, mereka biasanya membeli mobil bekas yang di bawah kelas. Misalnya, dia membeli Fortuner (untuk menangani bahkan angka ganjil) , "Fischer menjelaskan.

Selain itu, menurut Fischer, dampak bahkan aturan ganjil pada penjualan mobil bekas cukup sulit untuk dipantau.

"Tapi ini juga tidak banyak. Ini jumlahnya kecil. Kemudian dibagi dengan ribuan showroom yang digunakan di Indonesia, jadi dampaknya tidak terasa," pungkas Fischer.

Sebagai informasi, dalam salinan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 106 tahun 2018, bahkan aturan ganjil diperpanjang hingga akhir tahun, tepatnya 31 Desember 2018.

Segmen jalan yang terkena pembatasan ganjil adalah Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, bagian dari Jalan S Parman (mulai dari persimpangan Jalan Tomang Raya hingga persimpangan Jalan KS Tubun), Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan Jenderal DI Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani. (lua / lth)