Jakarta –

Pabrikan pelek mobil asal Jerman yang berusia 50 tahun bangkrut. Perusahaan yang didirikan di kota Schiltach diketahui telah merevolusi olahraga otomotif dengan memperkenalkan roda balap pada tahun 1972 yang setelah itu membuat pengalaman bisnisnya berkembang pesat.

Setelah go public pada 1980, BBS melakukan ekspansi agresif yang menghasilkan pembukaan cabang di Jepang, Amerika Serikat, dan kemudian di Italia. Kehebatan BBS juga melacak Benetton Renault yang dikendarai Michael Schumacher untuk memenangkan gelar dunia saat menggunakan pelek BBS dan ban Goodyear.

Terlepas dari berbagai keberhasilan yang telah dicapai BBS, kebangkrutan tidak dapat dihindari. BBS bangkrut pada 2007, Punch International mengakuisisi dan mengatur ulang. Empat tahun kemudian, kebangkrutan kedua menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Sekarang untuk ketiga kalinya pada Juli 2020 BBS bangkrut. "Dengan tidak adanya pembayaran yang dijanjikan secara tak terduga, kebangkrutan mengancam dalam beberapa bulan mendatang," kata sebuah pernyataan dari perusahaan.

Juga tidak terhindarkan adalah krisis kesehatan yang disebabkan oleh pandemi virus Corona yang sedang berlangsung yang juga memiliki andil. Penjualan telah terpukul keras di industri otomotif dan BBS bukan satu-satunya produsen OEM dan aftermarket yang mengalami masalah ini.

Di bawah administrator dan pengacara kebangkrutan Thomas Oberle, perusahaan berencana untuk melakukan restrukturisasi sehingga dapat kembali ke profitabilitas. "Kami memiliki waktu perubahan di depan kami," katanya.

meskipun dalam periode ini, pabrik BBS akan terus berproduksi selama proses restrukturisasi. Pada saat ini BBS dapat segera menemukan pemilik baru untuk injeksi dana. Pada saat berita ini disampaikan, BBS Kraftfahrzeugtechnik AG mempekerjakan sekitar 1.200 orang.

Lihat video "Kawasaki Ninja ZX-25R diluncurkan ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)