Daihatsu masih menunggu kebijakan ketat PSBB yang akan diterapkan oleh Pemprov DKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah memangkas daya beli masyarakat di berbagai sektor ekonomi. Hal tersebut juga berdampak pada penurunan pangsa pasar otomotif di Tanah Air. Salah satu penurunan terbesar pangsa pasar kendaraan serba guna (MPV) yang menjadi favorit di Tanah Air.

Jika sebelumnya pangsa pasar kendaraan otomotif nasional berjenis MPV mencapai kisaran 22 hingga 25 persen, kini komposisinya hanya di kisaran 15 hingga 16 persen. Porsi kendaraan penumpang lain juga menurun selama pandemi ini. “Mereka yang membeli kendaraan saat pandemi ini hanya butuh dan siap secara finansial,” kata Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International – Daihatsu Sales Operations (AI-DSO).

Selain itu, tidak sedikit konsumen yang memilih kendaraan baru dengan ukuran yang lebih kecil. Jika sebelumnya menggunakan MPV rendah seperti Xenia atau Avanza, kini beralih ke MPV LCGC seperti Sigra dan Calya. Penurunan serupa juga terjadi pada kendaraan penumpang lainnya.

Namun, terjadi penurunan kendaraan niaga, meski tidak sebanyak kendaraan penumpang. Apalagi secara ekonomi, pemerintah memberikan bantuan kepada UMKM atau mereka yang bergerak di bidang usaha ringan. Segmen niaga lebih heboh karena ada dukungan dana pemerintah, jika kendaraan penumpang menjadi tolak ukur daya beli, ucapnya.

Terkait kebijakan ketat PSBB yang akan diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari PSBB. Selama ini Daihatsu telah menerapkan kebijakan protokoler yang ketat kepada karyawannya baik di bengkel, pabrik maupun di showroom. “Kami masih menunggu juklak, apakah lebih ketat atau seperti dulu,” ujarnya.

Saat ini, penjualan otomotif nasional masih dalam tahap pemulihan dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan di tengah kondisi pandemi saat ini. Dalam YTD (Year To Date) atau Januari-Agustus, total penjualan Daihatsu mencapai 57.978 unit dengan peningkatan pangsa pasar hingga 17,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17,4 persen.

Terkait penjualan ritel, penjualan Daihatsu mencapai 65.767 unit dengan peningkatan pangsa pasar hingga 18,1% dibanding periode yang sama tahun lalu 16,9%. Secara bulanan, seluruh penjualan Daihatsu meningkat dari sebelumnya 1.553 unit di bulan Juli menjadi 6.651 unit di bulan Agustus, meningkat lebih dari empat kali lipat. Di bulan yang sama, penjualan ritel pada Agustus tercatat 6.300 unit, meningkat 7 persen dibanding Juli lalu 5.890 unit.

Daihatsu saat ini sedang berbagi informasi tentang konsep inovasi produk yang telah mengimplementasikan platform terbaru berbasis Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Platform baru yang dikembangkan Daihatsu sejak tahun 2017 di Jepang ini telah diimplementasikan pada beberapa model mobil Daihatsu di Jepang.

Daihatsu memperkenalkan platform khusus ini dengan konsep (1-1-1-1) yang memiliki filosofi 1 gram, 1 milimeter, 1 cent, dan 1 detik. Angka ini berarti bahwa setiap pengembangan produk berbasis DNGA memperhitungkan semua aspek rinci termasuk ukuran, berat, harga, dan waktu untuk menghasilkan kendaraan yang efisien. Mobil Daihatsu dengan platform ini akan memberikan sensasi dan pengalaman berkendara yang lebih halus, nyaman, stabil, efisiensi bahan bakar lebih baik, performa maksimal, desain yang stylish dan modern, serta dengan harga yang terjangkau.

Secara teknis, platform DNGA memiliki banyak keunggulan seperti penerapan semua fitur teknologi canggih Daihatsu yang dapat diimplementasikan di semua model Daihatsu yang berbasis DNGA. Selain itu, platform ini juga memiliki waktu yang lebih cepat dalam proses pengembangan atau perubahan desain di setiap model. Hingga saat ini Daihatsu di Jepang telah merilis 3 model baru yang mengimplementasikan platform baru tersebut, yaitu New Tanto, Rocky, dan New TAFT.