Jakarta –

Di tengah pandemi virus Corona, sepeda menjadi pilihan transportasi baru bagi banyak orang. Fenomena tersebut dapat dimaklumi karena sepeda merupakan alat transportasi yang lebih bersifat individual, disamping memiliki pengaruh yang baik bagi kesehatan penggunanya.

Namun, pertumbuhan jumlah pesepeda yang luar biasa bisa menjadi berita buruk bagi pesepeda lainnya. Bukan apa-apa, banyak pengendara sepeda pemula di Jakarta yang berkeliling dengan berkendara. Tidak hanya mengabaikan aturan keselamatan, tetapi juga melanggar protokol kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komunitas Bike To Work, Poetoet Soedarjanto pada acara 'Transportasi Bijak di Era Pandemi COVID-19'. diselenggarakan oleh BPTJ.

“Ini kabar menggembirakan karena sepeda sebagai alat transportasi. Tapi ada kekhawatiran. Karena banyak pengendara sepeda yang kerap mengabaikan tata tertib kesehatan,” kata Poetoet.

“Kabar gembira karena sepeda bisa menjadi solusi transportasi, karena kita tahu kemacetan, kecelakaan, polusi udara dan lain-lain itu sangat mengkhawatirkan. Kita harus meningkatkan kesadaran untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, tapi gunakan sepeda, jalan kaki atau angkutan umum, "Penyair. Menambahkan.

Sepeda Viral Masuk Tol di Bogor Foto: Screenshot Video Viral

Setelah berjalan-jalan di ibu kota dengan sepeda selama sekitar 15 tahun, Poetoet mengeluhkan fasilitas yang buruk dan ketersediaan nasihat yang memadai untuk pengendara.

“Saya sudah hampir 15 tahun menggunakan sepeda untuk bolak-balik dari rumah ke kantor. Selama itu belum ada jalur atau trotoar sepeda yang mumpuni. Begitu pula dengan angkutan umum dari jarak 24 km yang saya tempuh, hanya 9 persen yang sudah umum. jalur transportasi padahal saya hanya ada di sana, di pinggir kota, "kata Poetoet.

Jadi, menurut Poetoet, pada saat pandemi seperti sekarang ini, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memanjakan pengguna sepeda dan pejalan kaki dengan menciptakan fasilitas yang lebih baik.

“Pandemi ini merupakan peluang untuk membuat jalur sepeda dan memfasilitasi lebih banyak pengguna sepeda seperti di negara lain. Mungkin beberapa tahun yang lalu di negara tertentu atau daerah tertentu belum ada jalur sepeda, namun sekarang sudah ada jalur yang tidak bisa dilalui kendaraan pribadi. Ya bisa, tentu bisa juga, buktinya saya bisa pakai sepeda selama 15 tahun tidak bisa yang lain? ”Ujarnya.

Ke depannya, Poetoet berharap di setiap stasiun ada tempat parkir khusus sepeda. Sehingga pengendara sepeda bisa dengan tenang meletakkan sepedanya sebelum menggunakan kendaraan umum.

Harapannya ke depan ketika pengendara sepeda hendak menggunakan kendaraan umum, pengendara sepeda dapat memarkir sepeda di setiap terminal atau stasiun. Selanjutnya pengendara sepeda juga dapat menggunakan moda transportasi lain, misalnya pengendara sepeda diperbolehkan membawa sepeda lipat. di dalam bus atau dipasang di atap bus. Ini akan mendorong pengendara sepeda motor untuk menggunakan sepeda, "tutup Poetoet.

Tonton Video "WHO Minta Setiap Negara Transparan Tentang Kasus COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)