Jakarta –

Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibakar massa. Padahal halte yang dirusak massa aksi demo ini diresmikan tahun lalu dan memiliki keistimewaan.

Menurut catatan detikcom, halte bundaran HI baru beroperasi kembali pada Maret 2019. Posisi Halte Bundaran HI berada tepat di atas stasiun MRT yang dibangun di bawah permukaan tanah. Halte bus ditutup pada 2014 karena pembangunan stasiun MRT.

Peresmian halte ini saat itu dilakukan sehari sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan MRT.

Halte bus ini menjadi simpul penting dalam sistem transportasi ibu kota karena akan terkoneksi langsung dengan stasiun MRT Jakarta. Selain itu, halte Bundaran HI terintegrasi dengan integrated highway mode (MRT).

Sebelumnya, pengguna bus TransJakarta hanya bisa mengakses hingga Tosari atau Sarinah. Namun, setelah bundaran HI berhenti beroperasi, pengguna TransJakarta bisa naik turun dari halte tersebut. Artinya penumpang dari Transjakarta bisa langsung mengakses MRT tanpa harus menyeberang jalan menuju halte.

Halte TransJakarta Bundaran HI kembali beroperasi. Foto: Agung Pambudhy

Demi keselamatan pengguna bus Transjakarta, halte Bundaran HI dilengkapi dengan pintu otomatis sebagai akses dari dan menuju bus Transjakarta. Pintunya setinggi pinggang orang dewasa yang akan terbuka ketika bus datang.

Karena terintegrasi, penumpang MRT yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta bisa melakukan tap in dan tap out melalui akses dari atau menuju stasiun.

Halte TransJakarta Bundaran HI Foto: Agung Pambudhy

Sayangnya halte bus Transjakarta di bundaran Hotel Indonesia (HI) terbakar. Api terlihat berkobar saat demonstrasi menentang Omnibus Law di Jakarta Pusat terjadi kerusuhan.

Sekarang Halte Bundaran HI dikelilingi oleh pohon saps yang melonjak. Hal itu dibenarkan oleh petugas Damkar Jakarta Pusat, Agus.

“Ya massa membakarnya,” kata Agus.

Tonton Video "Demo Huru-hara di Cirebon, 112 Demonstran Diamankan"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)