Jakarta –

Dewan direksi bank pelat merah itu mengalami perubahan struktural. Pimpinan puncak PT Bank Mandiri (Persero) kini dijabat sementara oleh Hery Gunardi selaku Plt Direktur Utama Bank Mandiri.

Perubahan struktural ini sendiri terjadi mengingat Royke Tumilaar tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri setelah diangkat menjadi Direktur Utama BNI menggantikan pejabat sebelumnya, Herry Sidharta.

Okelah kalau melihat selera otomotif Hery Gunardi, kira-kira mirip dengan Dirut BNI Royke Tumilaar yang didominasi oleh Sport Utility Vehicle?

Berdasarkan Pejabat Negara & # 39; Wealth Report (LHKPN) dikutip detikcom, Jumat (4/9/2020), Hery Gunardi memiliki aset sebesar Rp. 92 milyar, tepatnya Rp. 92.325.506.263.

Hery memiliki 10 properti berupa tanah dan bangunan. Tujuh di antaranya berada di wilayah Jakarta, sisanya di Depok, Bengkulu, dan Batam. Total aset properti miliknya yang dilaporkan berjumlah Rp. 39,2 miliar, tepatnya Rp. 39.231.300.000.

Sedangkan untuk isi bengkelnya, Hery memiliki model yang beragam. Aset kendaraan tersebut tercatat sebanyak 3 buah mobil dengan nilai Rp. 2,2 miliar, tepatnya Rp. 2.210.000.000.

Mobil pertama adalah Toyota Harrier Sport Utility Vehicle (SUV) 2014 yang dibanderol Rp 450 jutaan, lalu Toyota Alphard Multi Purpose Vehicle (MPV) 2018 dengan nilai Rp 900 juta, dan terakhir Mini Cooper S-Turbo dibeli pada 2019 dengan estimasi Rp 860 juta. Ketiga mobil itu didapat sendiri.

Menurut Royke Tumilaar, setelah dilengserkan, posisi Direktur Utama Bank Mandiri untuk sementara akan diisi oleh wakilnya, yakni Hery Gunardi selaku Plt. Direktur Utama Bank Mandiri.

“Sesuai ketentuan jika tidak ada Dirut maka Plt Dirut otomatis menjadi Wakil Presiden. Jadi Pak Hery menjadi Plt Dirut sekaligus mempersiapkan RUPSLB,” ujarnya.

Tonton video "KPK menunggu 6 menteri dan wakilnya yang belum melaporkan LHKPN"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)