Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong kemandirian industri nasional dalam mengembangkan Mekanika Serba Guna Pedesaan (AMMDes) agar kompetitif di pasar domestik. Bahkan AMMDes dipastikan akan dipasarkan, alias dijual pada April 2019. Tapi bagaimana dengan kemauan spartart?

Dalam rilis yang diterima, Kementerian Perindustrian berjanji bahwa ketersediaan suku cadang AMMDes akan aman. Bahkan AMMDes menarik 60 industri lokal untuk terlibat dalam melahirkan AMMDes.

Sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, ia menyatakan, setelah secara resmi diluncurkan pada acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 oleh Presiden Indonesia Joko Widodo, produksi AMMDes-KMW dimulai sejak awal Maret 2019. AMMDes memiliki spesifikasi teknis khusus sehingga bahwa ia dapat mengakses daerah dengan kondisi medan yang sulit. AMMDes terjual April 2019 Foto: Lutfi Anshori

"Langkah ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk mendukung kemandirian industri nasional melalui kerja sama dengan sekitar 60 industri dalam negeri sebagai pemasok komponen AMMDes-KMW," katanya.

Airlangga juga mengatakan bahwa pemasaran AMMDes-KMW pada April 2019 akan disertai dengan penjualan peralatan pendukung produksi seperti pompa irigasi, pengirik padi, pengolah jagung, pembuat es serpihan, pemurni air, alat pemanen pisang, dll. Yang akan dijual secara terpisah.

"AMMDes-KMW juga memiliki spesifikasi teknis khusus sehingga mampu mengakses daerah dengan kondisi medan yang sulit," jelasnya.

Selain serangkaian uji coba dalam upaya mengembangkan produksi AMMDes-KMW, Airlangga juga mengatakan bahwa ketersediaan suku cadang di pasaran juga telah disiapkan. Selain itu, distributor juga tersedia. "Ditargetkan bahwa produksi AMMDes-KMW akan terus meningkat menjadi 9.000-15.000 unit per tahun," kata Airlangga.

Direktur Utama PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), Reiza Treistanto mengatakan, AMMDes-KMW yang merupakan karya anak-anak bangsa ini diproduksi di atas tanah 7 hektar dengan total kapasitas produksi 3.000 unit pada tahun 2019 dan dapat ditingkatkan menjadi 15.000 unit pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan permintaan pasar.

"PT KMWI menerapkan Sistem Produksi KMWI yang mengusung konsep lean manufacturing yang akan dikembangkan menuju Smart Factory," katanya.

Konsep ini adalah salah satu implementasi teknologi industri 4.0 di sektor manufaktur, dengan menerapkan sistem konektivitas yang menghubungkan data di lantai toko dengan data di ruang kontrol untuk memantau kondisi proses produksi dan pengambilan keputusan produksi.

AMMDes dijual 2019 Foto: Doc. Sukiyat

Selain itu, Sistem Produksi KMWI juga menjamin kualitas produk AMMDes-KMW yang akan dipasarkan melalui sistem mutu yang dibangun dalam proses produksi dan disempurnakan melalui proses inspeksi akhir, sehingga produk yang akan dipasarkan telah lulus uji kualitas dan kelengkapan. .

"Di masa depan, diharapkan AMMDes-KMW dapat berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan," kata Reizanya. (lth / ddn)