Jakarta – Seperti berita sebelumnya, pemerintah berencana untuk sepeda motor yang dijual di negara itu untuk memiliki fitur ABS (Anti-lock Braking System). Ini berarti bahwa bahkan sepeda motor kecil di bawah 150 cc harus menggunakan fitur ini di masa depan.

Di negara-negara Uni Eropa, rem ABS telah menjadi kewajiban bagi sepeda motor untuk memulai di kelas 125 cc, hingga motor kapasitas di atas. Kebijakan ini diterapkan mulai Januari 2017, karena diberlakukannya peraturan Euro4.

Nah, jika di negara-negara Uni Eropa fitur rem ABS diperlukan pada sepeda motor kecil, bukankah ini saatnya bagi Indonesia untuk menerapkan kebijakan penggunaan ABS di setiap kelas sepeda motor?

Menurut instruktur safety riding dari JDDC (Jakarta Defensive Driving Consulting), Jusri Pulubuhu, ini tidak selalu menjadi alasan. Alasannya adalah karena negara-negara Eropa memiliki karakter yang berbeda dari Indonesia.

"Di banyak negara Eropa motor 125 cc kecil menggunakan rem ABS. Itu tidak bisa dijadikan bahan pembanding di Indonesia. Karena di Eropa karakternya berbeda," kata Jusri melalui telepon kepada detikOto, Senin (19/11/2018).

Di negara-negara Eropa, menurut Jusri, sepeda motor sering bisa diregangkan sampai batasnya, karena kondisi sebagian besar jalan di sana mendukungnya. Jadi ABS diperlukan saat mengerem dari kecepatan tinggi.

"Di Eropa, motor 125 cc bisa dieksploitasi di jalan raya karena infrastrukturnya bagus dan suportif," kata Jusri.

Untuk informasi Anda, ABS adalah fitur yang mencegah roda dari penguncian ketika motor mengerem keras, istilah pengereman keras atau pengereman panik.

Fitur ini sangat berguna ketika pengemudi mengerem di kondisi jalan yang licin atau ketika harus melakukan pengereman keras ketika di depan kendaraan yang tiba-tiba mengerem.

[Gambas:Video 20detik]

(lua / lth)