Jakarta –

Ketika pandemi COVID-19 melanda Eropa pada bulan Februari, penyelenggara Geneva Motor Show menunda pembatalan acara tersebut selama mungkin. Keputusan untuk membatalkan ini hanya akan diambil sehari sebelum pembukaan.

Promotor Geneva Motor Show, Palexpo SA memiliki alasan tersendiri mengapa belum mengambil keputusan untuk menunda acara di tengah pandemi ini. Direktur Geneva Motor Show Sandro Mesquita baru-baru ini memberikan wawancara kepada La Tribune de Genève.

Ia sengaja menahan penundaan sampai menemukan solusi untuk masalah besar yang akan terjadi sesudahnya. Geneva Motor Show beresiko dilikuidasi atau bangkrut dan dibubarkan.

"Jika kami tidak menemukan solusi pada bulan September, kami berisiko likuidasi. Kami harus menjual aset kami, khususnya merek dan saham Palexpo SA," kata Mesquita kepada La Tribune de Genève.

Dalam siaran pers yang diterbitkan pada bulan Mei, Palexpo SA mengungkapkan bahwa mereka telah menolak pinjaman USD 17,7 juta dari pemerintah Jenewa. Penyelenggara pameran sepeda motor ini membutuhkan dukungan keuangan untuk menutupi kerugian karena tidak memiliki acara pada tahun 2020 dan harus mempersiapkan diri untuk tahun 2021. Palexpo SA mengatakan pemerintah meminta bantuan pihak ketiga yang ditolak oleh Palexpo.

Pada kesempatan itu juga Mesquita mengaku mendapat dukungan untuk melanjutkan pameran pada tahun 2022 saja. "Peserta pameran GIMS [Geneva International Motor Show] mendorong kami dan sangat merekomendasikan perencanaan edisi berikutnya pada 2022, "tambahnya.

Sandro Mesquita meyakinkan bahwa akan sangat sulit untuk mengadakan pertunjukan di Jenewa pada 2021, jika memang mereka bisa bertahan selama beberapa bulan ke depan. Namun, investor swasta atau perjanjian dengan pemerintah Jenewa merupakan solusi potensial yang harus dipertimbangkan untuk keluar dari masalah ini.

Lihat video "5 Wilayah dengan Kasus Korona Tertinggi Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lua)