Jakarta – Pikap membawa kelompok santri yang tidak disengaja menabrak pagar jalan layang di Cipondoh, Tangerang. Pickup itu membawa 23 orang.

Bahkan, Instruktur dan Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menekankan bahwa pikap tidak dimaksudkan untuk mengangkut penumpang. Pickup ini dirancang untuk menjadi mobil barang.

"Diminta untuk mengambil pikap (duduk sebagai penumpang di belakang tangki), jangan mau," kata Jusri.

Mungkin banyak yang berpikir bahwa mengendarai mobil pikap yang ramai harganya lebih murah. Padahal, keamanannya lebih mahal.

"Keselamatan itu mahal, lho. Kalau Anda sudah terluka, berapa biaya ini kalau sudah terjadi? Jadi, yang disebut keselamatan itu mahal. Karena itu investasi," kata Jusri.

Sesungguhnya ini adalah sebuah pilihan. Tetapi tidak salah jika kita lebih memilih dan memprioritaskan keselamatan.

"Pelanggaran hierarki adalah sebuah kecelakaan. Karena setiap kecelakaan dipicu oleh pelanggaran. Jadi jika tidak ada kendaraan lain alasannya, ya itu terserah, tetapi itu adalah pelanggaran dan biasanya pelanggaran selalu diikuti dengan kecelakaan. Jadi kembali lagi keselamatan adalah pilihan, "kata Jusri. (rgr / ddn)