Jakarta –

Pemerintah sedang berusaha memenuhi kebutuhan virus korona yang menangani peralatan medis dalam bentuk ventilator melalui industri otomotif Indonesia. Pernyataan ini disampaikan melalui pernyataan resmi dari Kementerian Perindustrian Agus Gumiwang pada Jumat (27/3/2020).

Wacana yang baru beredar ini juga diterima oleh industri otomotif Indonesia. Toyota, yang memiliki pabrik di Indonesia, juga telah mengadakan diskusi dengan pihak-pihak terkait dan saat ini sedang menjajaki kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan akan peralatan medis tersebut.

"Sudah ada (diskusi). Kita akan belajar dulu apa yang bisa kita lakukan. Itu belum bisa disimpulkan," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam, melalui pesan singkat kepada AFP pada hari Sabtu ( 3/28) / 2020).

Hal yang sama juga diangkat oleh Daihatsu ketika dikonfirmasi oleh AFP. Daihatsu juga akan mempelajari terlebih dahulu upaya apa yang dapat membantu dalam pengadaan ventilator di Indonesia.

"Sampai saat ini kami masih belajar," jawab Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra melalui pesan singkat kepada AFP, Sabtu (28/3/2020).

Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) sebelumnya mengatakan bantuan itu bisa dilakukan. Namun, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan karena tidak bisa sembarangan industri otomotif tiba-tiba membuat perangkat medis.

"Jadi pada dasarnya kami akan mendukung keinginan Kementerian Perindustrian, tetapi kami membutuhkan perusahaan yang membuat ventilator menyediakan cetak biru, transfer teknologi, tenaga teknis, standar proses, kualitas bahan baku, akses ke pemasok, terus menyiapkan standar kebersihan, "jelas Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi saat dihubungi AFP, Sabtu (28/3/2020).

Lihat video "Jokowi ingin area yang belum diekspos oleh Corona untuk menerapkan protokol ketat!"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)