Jakarta – Rambu lalu lintas berperan penting dalam memberikan instruksi mengemudi. Bukan hanya tampilan, tandanya juga harus dipatuhi.

Uraian rambu lalu lintas diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 Tahun 2014 tentang Lalu Lintas.

Baru-baru ini, Kantor Transportasi Jakarta Barat telah menghapus tanda-tanda palsu di Jalan Pejagalan, Jakarta Barat. Ini diketahui dari unggahan di jejaring sosial @sudinhubjakbar beberapa hari yang lalu.

"Penghapusan tanda-tanda scotlite dipasang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang dipimpin langsung oleh Penjabat Kepala Sub-dept Jakarta Utara," tulis @sudinhubjakbar dalam pernyataan video.

Terlihat di video, tanda-tanda aslinya ditutup menggunakan scotlite dengan gambar jalan dalam tulisan dua arah, sedangkan tanda aslinya adalah gambar parkir.

Memang, berdasarkan aturan PM 13 tahun 2014 tentang Lalu Lintas, tanda-tanda palsu tidak sesuai dengan peraturan. Dinyatakan bahwa tanda perintah harus berupa dasar biru dengan batas putih, simbol putih, huruf, atau angka.

Tetapi untuk tanda-tanda peringatan seperti dua arah, jalan menyempit dan sejenisnya digunakan dalam kuning, perbatasan hitam, dan simbol hitam, huruf atau angka.

[Gambas:Instagram]

(riar / lth)