Maros – Meski terlahir dengan kondisi lumpuh, Zulkifli (28), warga Jalan Perhubungan, Desa Bontoa, Kabupaten Mandai, Maros, Sulawesi Selatan, terus menjalani hidupnya dengan antusias. Zulkifli bekerja sebagai mekanik sepeda motor dan sepeda di bengkel kecilnya.

Setelah kematian ayahnya, 10 tahun yang lalu, Zulkifli alias Pe melanjutkan lokakarya untuk membantu membiayai ibunya, Daeng Hawa, yang kini berusia 59 tahun. Meskipun dia belum pernah ke sekolah, Zul mengakui, keterampilan menjadi mekanik dia dapatkan dari ayahnya.

"Sejak aku lahir, kondisiku sudah seperti ini, itu tidak bisa. Nah, jika aku melakukan lokakarya, aku sudah melakukannya selama 10 tahun, ketika ayahku meninggal. Aku tidak pergi ke sekolah, tetapi saya belajar dengan ayah saya tentang bengkel, "kata Zulkifli, ketika ditemui, Rabu (13/3/2019).

Setiap hari, anak bungsu dari 6 bersaudara itu dengan bersemangat melakukan segalanya di bengkelnya, dari menambal ban sepeda motor hingga memperbaiki sepeda. Dia juga terlihat sangat pintar, meskipun dia hanya bisa merangkak kesana-kemari, sering ingin mengambil peralatan.

Tidak jarang, banyak warga yang memperbaiki sepeda motor di bengkel merasa menyesal dan memberikan uang gratis. Hanya saja, Zul selalu menolak hadiah gratis sebelum dia melakukan sesuatu dari mereka. Dia sangat pantang menyerah sebelum bekerja.

Penghasilan Zul sebagai mekanik tidak banyak. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan maksimal Rp. 60 ribu. Namun terkadang, ia juga tidak mendapat apa-apa karena pelanggan yang kesepian. Dia memberikan uang itu kepada ibunya, sisanya untuk modal bisnis dan kebutuhan sehari-hari.

"Paling banyak itu adalah Rp. 60 ribu, tetapi kadang-kadang tidak ada. Ini disebut bisnis ini. Misalnya, mendapatkan Rp. 15 ribu, saya simpan Rp. 10 ribu, sisanya untuk ibu saya. Untuk saya, saya menabung untuk modal, "jelasnya.

Selain mekanik, Zul juga sering membeli sepeda rusak dari pemulung. Dia memperbaiki sepeda dan memasang kembali untuk dijual. Dari situ, Zul bisa mendapatkan untung yang cukup bagus. Dia menyimpan uang itu untuk membeli kursi roda. (rgr / kering)