Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2018 lalu mengeluarkan wacana Down Payment (DP) minimal 0 persen untuk sepeda motor dan kredit mobil. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kendaraan bermotor dan perusahaan pembiayaan di Indonesia.

Menurut Direktur Utama Toyota Astra Finance Agus Prayitno, kebijakan DP 0 persen sebenarnya bisa diterapkan di masa lalu.

"Sebenarnya, DP 0 persen bisa (diterapkan) di masa lalu, hanya tergantung pada tingkat kesehatan masing-masing lembaga dana, dan ada syarat. Kalau pelanggan bagus, kenapa tidak (kami terapkan)," kata Agus kepada wartawan. di Jakarta .

Sementara itu, menurut Agus, pengaturan DP 0 persen tidak bisa diterapkan ke semua pelanggan potensial. Jadi tidak bisa semuanya. "Jika karakter pelanggan benar-benar bagus, itu baik-baik saja (DP 0 persen)," pungkas Agus.

OJK belum mengetuk tanda hammer penerapan peraturan DP 0 persen untuk sepeda motor dan kredit mobil.

Sebelumnya, menurut Otoritas Jasa Keuangan Nomor Edaran 19 / SEOJK.05 / 2015, OJK menetapkan jumlah uang muka untuk pinjaman kendaraan bermotor dua atau tiga roda, setidaknya 20% (dua puluh persen) dari harga jual kendaraan yang bersangkutan. . (lua / lth)