Jakarta –

Larangan mudik oleh pemerintah tidak sepenuhnya dipatuhi warga. Selama dua hari pertama Operasi Ketupat yang diadakan oleh Kepolisian Nasional, ada 8.000 lebih banyak mudik yang diusir di Jawa dan Sumatra.

Polisi Nasional Indonesia dan pemerintah daerah yang dibantu oleh Kepolisian Indonesia telah mendirikan 59 titik isolasi dari Lampung ke Jawa. Dari titik-titik ini, dalam dua hari 8.000 lebih banyak mudik diusir yang mencoba untuk kembali ke kota asal mereka.

"Kami telah memutar sekitar 5.041 kendaraan, termasuk bus, kendaraan pribadi, perjalanan, sewa, dan sepeda motor. Hari kedua, sekitar 3.332 kami berbalik (total 8.373)," kata Kakorlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Istiono.

Polisi Nasional mengadakan Operasi Ketupat sejak 24 April, dan dijadwalkan akan berlanjut hingga 31 Mei (D + 7 Idul Fitri). Ada 171 ribu personel gabungan dari Kepolisian Nasional dan TNI dan beberapa lembaga terkait yang membantu pelaksanaan operasi ini.

Mengenai tren penurunan jumlah mudik yang dikirim pulang pada hari kedua operasi, Inspektur Jenderal Istiono menilai bahwa kesadaran publik mulai muncul.

"Jumlahnya semakin berkurang, semakin baik. Saya menghormati," lanjutnya dikutip dari Antara.

Lihat videonya "Lulusan mudik yang berbasis di Jakarta ini melarikan diri di Bitung"
[Gambas:Video 20detik]
(din / rgr)