Jakarta – Seorang wanita dari Texas, Amerika Serikat, harus menyerahkan sebagian kemampuan inderanya karena sabuk pengaman. Memang, fitur-fitur ini harus berfungsi untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi ini justru sebaliknya.

Dallasnews melaporkan, itu dimulai dari wanita bernama Sarah Milburn (27) menggunakan layanan Uber untuk mengantarnya ke suatu tempat. Mobil layanan Uber yang digunakan pada November 2015 adalah Honda Odyssey.

Entah bagaimana insiden itu terjadi, pengemudi tiba-tiba memecah lampu merah dan ditabrak mobil pickup. Karena kecelakaan itu, Sarah lumpuh dipanggil karena sabuk pengaman.

Meskipun sistem sabuk pengaman Odyssey di baris tengah disebut berfungsi. Seperti keluaran kendaraan lain di tahun yang sama, sabuk pengaman Odyssey dilengkapi dengan tali bahu yang bisa dilepas. Ikat pinggang harus ditarik dari langit-langit dan kemudian dihubungkan ke kursi.

Tetapi Sarah masih menggugat Honda pada tahun 2016 dengan tuduhan bahwa sistem sabuk pengaman Honda buruk dan menyebabkan cedera. Melalui juru bicara Honda, dikatakan bahwa memang 10 persen orang tidak terbiasa dengan sabuk pengaman jenis ini sehingga tidak digunakan dengan benar.

"50 dari 53 orang yang menggunakan sabuk pengaman seperti itu sebenarnya lebih berbahaya daripada tidak menggunakan sabuk pengaman sama sekali," kata Charla Aldous.

Setelah vonis, Honda mengatakan bahwa sabuk pengaman mematuhi semua standar keselamatan yang berlaku. Desainnya juga sama dengan hampir semua minivan di tahun yang sama.

"Jika digunakan dengan benar, penggugat tidak akan terluka serius dalam kecelakaan itu," katanya.

Namun, Sarah kemudian menerima kompensasi sebesar USD 37 juta, setara dengan IDR 521 juta (nilai tukar USD 1 = Rp14.080). (ruk / rgr)