Jakarta –

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menandatangani Pergub Nomor 80 Tahun 2020 tentang pelaksanaan transisi PSBB ke normal baru. Salah satu isi Pergub tersebut memuat aturan ganjil genap bagi sepeda motor. Lalu bagaimana pandangan para pemerhati transportasi dalam menyikapi kebijakan Pemprov DKI ini?

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mendukung opsi perluasan aturan genap ganjil. Menurutnya, cara ini bisa digunakan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

“Di Jakarta, ada larangan penggunaan sepeda motor di Jalan Sudirman dan Thamrin beberapa tahun lalu. Sekitar 75 persen mobilitas di Jakarta adalah sepeda motor,” kata Djoko.

"Selama kebijakan tidak harus ada pengecualian, misalnya tidak berlaku untuk ojek," kata Djoko saat dihubungi detik.com.

Sayangnya tidak berlaku untuk ojol, karena ojol bukan kendaraan pribadi. Jika ojol tidak mengikuti kebijakan Ganjil Genap, maka JAKET OJOL laku keras, ”imbuhnya.

Petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polda Metro Jaya di Polda Metro Jaya saat melakukan pengecekan terhadap seorang pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Simpang Cawang, Jakarta Timur, Senin (10/8/2020). Hukuman bagi pelanggar pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil genap akan kembali diberlakukan di Jakarta mulai hari ini. Sebelumnya, pembatasan dicabut sementara sejak pertengahan Maret akibat pandemi Covid-19 yang berujung pada penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Foto: Agung Pambudhy

Di sisi lain, angkutan umum di Bodetabek juga harus ditingkatkan. Guna benar-benar mencapai tujuan menekan penggunaan kendaraan pribadi juga akan terwujud. Pemerintah daerah DKI Jakarta dan Bodetabek juga harus menyediakan transportasi umum yang memadai.

“Angkutan regional dan lokal di Bodetabek harus segera dibenahi. Keberadaan JR Connexion dan Trans Jabodetabek sebagai angkutan daerah bisa terus ditambah di tengah keterbatasan daya dukung KRL Jabodetabek. BPTJ bisa menganggarkan untuk membenahi transportasi lokal. Kemauan politik dan kepedulian Kepala Daerah Bodetabek dalam membenahi transportasi menjadi prasyarat utama, ”ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan aturan ganjil genap belum diterapkan pada sepeda motor. Untuk saat ini, baru kendaraan roda empat yang diberlakukan.

“Motornya belum,” kata Syafrin saat dihubungi, Jumat (21/8).

Syafrin mengatakan, aturan ganjil genap saat ini masih berlaku untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih di 25 ruas jalan. Ketentuan ganjil genap berlaku pada pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan malam pukul 16.00-21.00 WIB.

Tonton Video "Ganjil Bahkan di Jakarta Akan Berlaku untuk Sepeda Motor? Ini Kata Dishub"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / lth)