Kuala Lumpur –

Malaysia telah menerapkan kebijakan stimulus untuk industri otomotif dengan memberikan potongan pajak untuk mobil baru. Kebijakan tersebut diyakini efektif mendongkrak penjualan mobil lesu akibat pandemi COVID-19.

Dilansir Berita Harian, pemerintah Malaysia diminta mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pembebasan pajak kendaraan hingga setidaknya Juni tahun depan.

CEO Proton Edar Sdn Bhd, Roslan Abdullah mengatakan perpanjangan masa pembebasan pajak dipandang sebagai langkah tepat untuk mendongkrak penjualan mobil hingga tahun depan. Pasalnya, masa pembebasan pajak mobil baru dari 15 Juni hingga 31 Desember berdampak positif bagi penjualan dalam waktu tiga bulan. Jika masa pembebasan pajak diperpanjang, kerugian industri otomotif bisa pulih.

“Perpanjangan ini bagus karena secara tidak langsung mendukung perekonomian lokal dan memungkinkan merek otomotif termasuk Proton Holdings Bhd (PROTON) dapat mempertahankan usahanya,” ujarnya.

“Kami di industri otomotif sangat berharap pemerintah bisa mempertimbangkan untuk memperpanjang pembebasan pajak hingga enam bulan atau hingga Juni tahun depan atau setidaknya hingga Maret tahun depan,” imbuhnya.

Pada awal Juni, melalui program pemulihan ekonomi, Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengumumkan pembebasan pajak penjualan lengkap untuk mobil penumpang rakitan lokal (CKD) dan diskon pajak 50 persen untuk model impor utuh (CBU) dari 15 Juni hingga 31 Desember. 2020. Tiga bulan setelah pemberlakuan pembebasan pajak, tren pemulihan sektor otomotif menunjukkan tanda-tanda positif.

Penjualan mobil bulanan, terutama pada Agustus 2020, telah melampaui target Malaysian Automotive Association (MAA). MAA sendiri menargetkan penjualan mobil tahun ini mencapai 470.000 unit dengan perhitungan rata-rata bulanan 49.000 unit. Sedangkan pada Agustus 2020 penjualan mobil di Malaysia lebih dari 50.000 unit.

Tonton Video "Kisah Seorang Pengusaha Muda Memiliki Mobil Bekas Presiden Soeharto"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)