Jakarta –

Seperti mobil listrik yang terus melaju atau roket Falcon 9 yang baru menembus ruang angkasa, Tesla sebagai perusahaan pembuat mobil terus berlomba. Sahamnya menembus hingga USD 1.000.

Harga saham Tesla tercatat di USD 1.025,05 (sekitar Rp. 14.538 juta) pada penutupan transaksi pada hari Rabu (10/6) kemarin di Amerika Serikat. Sementara angka penjualan tertinggi pada hari itu bahkan mencapai USD 1.027,48. Dikutip dari Marketwatch, saham Tesla naik 8,97% dari hari Rabu.

Tesla kini berada di posisi kedua sebagai pabrikan mobil paling berharga di dunia, dengan nilai USD 190 miliar. Hanya kalah tipis dari Toyota di posisi teratas dengan penilaian USD 216 miliar.

Keberhasilan saham Tesla menembus nilai USD 1.000 terjadi seminggu setelah perusahaan meluncurkan roket ke luar angkasa dalam misi dengan NASA. Namun kenaikan nilai saham yang terjadi bukan karena program luar angkasa.

Dikutip dari Forbes, saham Tesla naik karena berita menyebar bahwa Tesla akan meningkatkan level pembuatan Tesla Semi ke tingkat produksi massal. Berita itu muncul setelah email Elon Musk kepada stafnya untuk meningkatkan tingkat produksi Tesla Semi bocor dan beredar di dunia maya.

Elon Musk bahkan kemudian mengkonfirmasi rumor ketika seseorang bertanya tentang rencana produksi Tesla Semi. Untuk diketahui, Tesla Semi adalah truk bertenaga penuh. Truk ini dalam bentuk konsep pertama kali muncul pada 2017. Telah dijadwalkan untuk produksi massal pada 2019, truk ini kemungkinan akan benar-benar diproduksi massal.

Iya

– Elon Musk (@elonmusk) 10 Juni 2020

Investor juga curiga bahwa Tesla akan memperkenalkan teknologi baterai baru yang lebih canggih dengan perjalanan lebih lanjut, tetapi dengan harga lebih murah. Kombinasi ini membuat saham Tesla melampaui 1.000 dolar AS per saham.

Lihat video "Elon Musk & # 39; Tinggalkan & # 39; dari Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(din / lua)