Jakarta –

Operasi Patuh Jaya 2020 telah menjaring puluhan ribu pengendara yang melanggar lalu lintas. Operasi Patuh Jaya 2020 diadakan dari 23 Juli 2020 hingga 5 Agustus 2020.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Metropolitan Jakarta mencatat, selama empat hari Operasi Patuh Jaya 2020 sejak 23 Juli kemarin, telah ada 18.156 tindakan terhadap pelanggar lalu lintas. Penegakan diberikan kepada pengguna kendaraan roda empat dan dua roda.

Menurut Direktur Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta, Komisaris Senior Republik Indonesia, Sambodo Pol Purnomo Yogo, dari 18 ribu tindakan represi, sebagian besar teguran dilakukan dibandingkan dengan penghilangan orang.

"Dari 18.156 penuntutan, 11.545 teguran dan 6.611 penahanan dilakukan," kata Sambodo seperti dikutip oleh Public Relations Public Police.

Tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah tindakan dari hari ke hari. Pada hari pertama ada 4.462 penuntutan, hari kedua 4.562 tindakan, hari ketiga 4.566 tindakan, dan hari keempat 4.566 tindakan.

"Kami berharap di masa depan orang-orang akan lebih tertib dalam lalu lintas," kata Sambodo.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, dua wilayah yang mencatat pelanggaran lalu lintas terbanyak pada hari keempat termasuk Jakarta Pusat dan Tangerang Selatan. Pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pengemudi sepeda motor. Jenis pelanggaran tertinggi adalah pelanggaran terhadap arus.

"Jumlah pengendara yang dituntut karena melawan arus adalah 449 pelanggaran," kata Fahri.

Dalam Operation Obedient kali ini, setidaknya ada 15 jenis pelanggaran yang akan dituntut, termasuk:

1. Menggunakan ponsel saat mengemudi
2. Menggunakan kendaraan bermotor di trotoar
3. Mengendarai kendaraan bermotor melawan arus
4. Mengendarai kendaraan bermotor di jalur busway
5. Mengemudi kendaraan bermotor di seberang bahu jalan
6. Sepeda motor menyeberang atau memasuki jalan tol.
7. Penyeberangan sepeda motor di jalan layang non-tol
8. Mengemudi kendaraan bermotor melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan sinyal lalu lintas (APILL)
9. Pengemudi yang tidak memprioritaskan pengguna jalan yang mendapatkan hak utama untuk diutamakan
10. Mengemudi kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan
11. Mengemudi kendaraan bermotor tidak menggunakan helm SNI
12. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu depan di malam hari
13. Mengemudi kendaraan bermotor yang memungkinkan penumpang untuk tidak menggunakan helm
14. Mengendarai kendaraan bermotor di persimpangan kereta api yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai menutup
15. Mengemudi balap kendaraan bermotor di jalan.

Lihat video "Operasi Obedi Jaya Dimulai Hari Ini, 1.807 Personil Terkirim"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)