Peningkatan uang muka untuk sepeda motor telah membantu mengurangi daya beli masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para pemain industri otomotif merasa bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat menantang. Ini juga dirasakan oleh industri sepeda motor yang mengklaim pandemi Covid-19 memiliki dampak luar biasa pada pasar roda dua.

Ketua Sektor Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, mengatakan bahwa penjualan sepeda motor tahun ini diperkirakan akan anjlok. "Pada kuartal pertama terbukti bahwa pandemi berdampak pada penjualan kendaraan roda dua. Secara total, penurunan itu 25,6 persen tahun-to-date," kata Sigit.

Penurunan itu dianggap signifikan dan berpotensi berkontribusi signifikan terhadap total penurunan tahun ini. Selain itu, kemungkinan penurunan di bulan Mei juga diperkirakan akan cukup drastis. Namun, saat ini AISI masih mengumpulkan data penjualan yang dicatat setelah April.

"Deskripsi masalah penjualan tahun ini dapat dilihat dari catatan penjualan pada semester pertama. Namun, saat ini AISI masih menunggu total penjualan pada bulan Juni untuk dapat merekapitulasi penjualan sepanjang paruh pertama tahun 2020," dia berkata.

Penurunan ini sangat terkait dengan efek pandemi yang berurutan. Mengingat, kondisi ini memaksa masyarakat untuk menekan kegiatan, sehingga kebutuhan mobilisasi dengan kendaraan roda dua berkurang.

Selain itu, Covid-19 juga telah terbukti berdampak pada ekonomi masyarakat. Dengan demikian, daya beli masyarakat turun dan anggaran dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Meskipun saat ini menuju masa transisi dan sekali lagi meningkatkan pasar, tetapi menurut Sigit, tampaknya butuh waktu untuk dapat membuat kondisi pasar pulih. Karenanya, AISI memperkirakan total penjualan pada tahun 2020 akan jauh di bawah pencapaian tahun lalu.

"Diperkirakan, total penjualan sepanjang 2020 akan turun sekitar 40 hingga 45 persen," katanya. Ini berarti, jika penjualan tahun lalu sekitar 6,4 juta unit, angka penjualan tahun ini diperkirakan hanya di bawah empat juta unit.

Dampak pandemi ini juga dirasakan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Manajer Pemasaran YIMM, Antonius Widiantoro, menjelaskan, tahun ini memang merupakan tahun yang sulit bagi para pemain industri roda dua.

"Penjualan Yamaha di Indonesia cukup terpengaruh oleh pandemi. Namun, kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik di tengah-tengah masa yang penuh tantangan ini," kata Antonius.

Tentang seberapa besar dampak Covid-19 untuk Yamaha, dia belum bisa mengungkapkan angka pastinya. Namun, diperkirakan, kondisi ini akan berdampak signifikan pada penjualan kendaraan roda dua di semua segmen.

Kondisi yang cukup berat di semester pertama juga membuat PT Astra Honda Motor (AHM) memangkas target. Direktur Pemasaran AHM, Thomas Wijaya mengatakan, awalnya AHM menetapkan target penjualan yang sama dengan pencapaian tahun lalu.

"Tahun lalu kami mencatat angka penjualan sekitar 4,9 juta unit. Melihat kondisi saat ini, kemungkinan mencapai penjualan AHM hanya sekitar 2,8 hingga 3 juta unit sepanjang 2020," kata Thomas.

Memangkas target ini cukup realistis, mengingat daya beli masyarakat yang lemah. Selain itu, untuk memprioritaskan prinsip kehati-hatian, sejumlah sewa juga meningkatkan uang muka, sehingga secara otomatis mempengaruhi daya beli konsumen.