ExxonMobil ingin memperluas wilayah pemasaran dan jaringannya di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri pelumas merupakan salah satu industri pendukung utama pasar otomotif. Sejumlah produsen pelumas juga berminat menjadi pemain besar di pasar Indonesia.

PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) merupakan salah satu perusahaan yang turut serta meramaikan pasar pelumas Indonesia. Head of Indonesia Lubricants Market Indonesia EMLI, Patrick Adhiatmadja mengatakan, EMLI bahkan telah menetapkan target dalam tiga tahun ke depan.

“Kami ingin menjadi pemain utama di Indonesia, dan menargetkan tiga besar dalam tiga tahun ke depan,” kata Patrick dalam media gathering virtual ExxonMobil, Rabu (9/9).

Keyakinan ini juga didukung oleh penguatan lini bisnis sejak PT Federal Karyatama (FKT) diintegrasikan menjadi bagian dari ExxonMobil Indonesia pada 2018. PT EMLI juga membuka babak baru dengan memegang hak pemasaran pelumas merek Federal Oil di Indonesia.

Pasca akuisisi, PT FKT kini fokus memproduksi pelumas merek Mobil dan Federal Oil di pabrik berkapasitas 700 ribu barel per tahun dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan dengan proses produksi pelumas yang berkualitas standar internasional di Cilegon. Kawasan Industri, Banten.

Menurutnya, khusus untuk pelumas merek mobil, saat ini masih terjadi pergeseran produksi secara bertahap dari yang sebelumnya dilakukan di pabrik ExxonMobil yang berlokasi di Jurong, Singapura. Hal ini ditandai dengan upacara penuangan pertama pelumas Mobil Super MotoTM pada Februari 2020 di Cilegon.

Di tahun 2020 yang penuh tantangan akibat pandemi virus corona (Covid-19), PT EMLI menyikapi peluang baru dan tren konsumen yang muncul saat pandemi, dan terus berupaya menembus pasar otomotif Tanah Air.

Berbagai upaya terus kami lakukan dan adaptasi dengan kebiasaan baru ini, sehingga kami dapat terus mempertahankan eksistensi kami di pasar otomotif Indonesia. Semua upaya integrasi jaringan kami sejak tahun 2018 telah berjalan sesuai rencana, dan berdampak positif pada efektivitas dan efisiensi waktu, biaya, serta sejumlah kegiatan operasional lainnya dalam mendistribusikan produk kami ke pasar, ”ujarnya.

Ke depannya, ia juga berharap dapat terus melakukan perluasan wilayah, dan memperkuat jaringan pemasaran produk kami, sehingga berdampak pada pertumbuhan pangsa pasar dan pencapaian perusahaan.

Direktur Pemasaran EMLI Pablo Conrad mengatakan, pandemi ini tidak menghalangi EMLI untuk tetap terhubung dengan konsumen di Indonesia. “Kami terus berupaya menghadirkan program pemasaran dengan memaksimalkan penggunaan media digital, hasil yang kami rasakan sangat positif. Kami berharap dan tetap optimis pemulihan ekonomi global akan segera kembali normal khususnya di Indonesia,” kata Pablo.

Sejumlah program yang telah dilakukan selama pandemi adalah layanan home service, program berhadiah, peluncuran produk baru, edukasi dan seminar tentang teknologi pelumas melalui media digital. Menurutnya, seluruh program dilakukan dengan tetap memperhatikan tata tertib kesehatan.