Kendaraan Fiat yang akan diderek ini menggunakan mesin Tigershark 2,4 liter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Fiat Chrysler Automobiles (FCA) sedang mempersiapkan kemungkinan recall terkait masalah emisi kendaraan bermesin Tigershark 2,4 liter. Masalah emisi memengaruhi sekitar 1 juta kendaraan, mungkin termasuk model SUV Jeep.

"Terkait pengujian internal, kami menetapkan sekitar 1 juta kendaraan yang dilengkapi mesin 2.4L Tigershark kemungkinan memiliki emisi berlebih," kata FCA dalam pernyataannya, Minggu (9/8).

Tingkat pencemaran dari emisi Tigershark tidak jelas. FCA mengatakan telah menghubungi Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan Dewan Sumber Daya Udara California (CARB) tentang situasi tersebut.

"FCA telah bekerja sama dengan EPA dan CARB, dan kami terus melakukannya, pada sekelompok kendaraan yang dilengkapi dengan mesin Tigershark. Beberapa kendaraan melebihi persyaratan emisi yang saat ini digunakan, tergantung pada siklus penggerak dan jarak tempuh," kata juru bicara FCA Eric Mayne.

"Kami sedang melakukan program uji coba untuk menentukan pemulihan, yang juga memerlukan persetujuan dari perusahaan. Pelanggan yang terkena dampak akan diberi tahu saat layanan tersedia, dan akan diberikan secara gratis. Ini bukan masalah keamanan dan tidak ada tindakan penegakan hukum, "Mayne menambahkan.

Masalah Tigershark, menurut FCA, tidak terkait dengan masalah emisi solar perusahaan. Masalah emisi Tigershark direferensikan dalam pengajuan peraturan AS yang sama, yang juga menyoroti keluhan tentang konsumsi minyak. Keluhan tersebut telah menyebabkan gugatan class action terhadap perusahaan di California dan Michigan terkait dengan mesin, yang telah dipasang di sekitar 1,6 juta kendaraan yang dijual di Amerika Serikat.

sumber: antara