Kendaraan harus dapat menavigasi jalan tanpa bantuan dari pengemudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ford Motor Co. dan Baidu Inc pada Rabu (31/10) meluncurkan proyek dua tahun mereka dengan menguji kendaraan self-driving di jalanan China. Proyek ini diadakan di tengah perlombaan global oleh produsen mobil dan perusahaan internet untuk mengembangkan teknologi kendaraan otonom.

Proyek ini akan memulai pengujian pada jalan yang ditunjuk di Beijing pada akhir tahun ini. "Rute lain kemungkinan akan menyebar di kota-kota Cina lainnya," kata kedua perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan oleh Reuters, Rabu.

Mereka mengatakan kendaraan self-driving akan dapat beroperasi secara independen dalam sejumlah kondisi tertentu ketika proyek selesai dan proses pengujian selesai. Pada akhir periode pengujian, proyek akan mencapai apa yang disebut teknologi level 4 untuk kendaraan otonom. Artinya, kendaraan dapat berjalan secara mandiri, tetapi tidak dalam semua kondisi.

Itu adalah level tertinggi kedua setelah level 5. Pada level 5, kendaraan harus dapat menavigasi jalan tanpa bantuan dari pengemudi.

Ford adalah anggota pendiri Komite Apollo, kelompok penasehat untuk platform mengemudi otonom Apollo milik Baidu. Sebelumnya, ibu kota Cina telah memberi lampu hijau kepada pabrikan mobil Jerman Daimler AG, menguji mobil self-driving di jalanan Juli lalu. Langkah itu membuat Daimler AG produsen mobil internasional pertama diberi lisensi seperti itu di Beijing.