Kantung udara di mobil Ford berisiko meledak.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Ford pada awal 2019 menarik hampir satu juta kendaraan terkait masalah airbag yang dapat menimbulkan risiko keselamatan penumpang.

Dilansir oleh Yahoo News, Sabtu (5/1), raksasa mobil itu mengumumkan penarikan berdampak pada lebih dari 953 ribu kendaraan di seluruh dunia dengan inflator kantung udara penumpang Takata. Kantung udara beresiko meledak dan menyebabkan puing-puing terbang.

Penarikan Ford sebagian besar memengaruhi pemilik mobil di Amerika Serikat, karena 782 ribu kendaraan ini ada di negara ini. Ini adalah bagian dari rangkaian penarikan terbesar dalam sejarah negara ini.

Kendaraan yang terkena penarikan termasuk Ford Edge 2010, Lincoln MKX 2010, Ford Ranger 2010-2012, Ford Fusion 2010-2012, Lincoln MKZ 2010-2012, Mercury Milan 2010-2011, dan Ford Mustang 2010-2014.

Perusahaan menambahkan bahwa beberapa penarikan hanya dapat dilakukan di wilayah geografis tertentu di AS. Penarikan itu sebagai tanggapan terhadap fakta bahwa setidaknya 23 orang telah terbunuh di seluruh dunia oleh inflator, meskipun Ford mengatakan tidak mengetahui adanya cedera pada kendaraan yang terkait dengan penarikan ini.

Pembuat mobil menambahkan dealer akan mengganti inflator secara gratis. Kantung udara Takata memiliki bahan kimia amonium nitrat yang dapat membuat ledakan yang mengembang di kantung udara.

Namun, kantung udara dapat memburuk seiring waktu karena panas dan kelembaban, menyebabkannya meledak dan menyebabkan tabung logam pecah dan puing-puing terbang keluar.