Formula E akan diadakan di Jakarta pada bulan Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kompetisi balap mobil listrik internasional Formula E yang akan diadakan di Jakarta pada bulan Juni dikatakan mampu menghidupkan kembali industri mobil listrik lokal. Sebab, sejak 1970, Indonesia sebenarnya ingin mengembangkan industri kendaraan bermotor, tetapi gagal.

"Formula E adalah momentum yang baik dalam mendorong keinginan kuat untuk mengembangkan industri kendaraan bermotor berbasis listrik lokal," kata Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, di Jakarta, Rabu (12/12) 2).

Safrudin menjelaskan, Indonesia harus bisa memanfaatkan momentum Formula E. Jika tidak, maka negara ini akan terus menjadi target pasar bagi para pemain industri otomotif asing.

"Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional dan keamanan energi nasional, alangkah baiknya jika kita juga mulai mengambil teknologi tertentu seperti kendaraan listrik untuk pengembangan kita sendiri, kemudian kita produksi, lalu kita pasarkan di negara kita sendiri," katanya. kata.

Indonesia saat ini memiliki Peraturan Presiden (Perpres) nomor 55 tahun 2019 tentang Akselerasi Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Namun, peraturan ini masih mensyaratkan regulasi turunan dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan.

"Kami melihat bahwa dalam konteks adopsi kendaraan listrik ini masih stagnan, meskipun ada momentum yang baik bahwa kami akan mengadakan Formula E. Kami berharap Perpres akan dikurangi menjadi langkah teknis," tambah Safrudin.

Formula E adalah acara balap mobil yang 100 persen listrik. Kompetisi balap mobil ini tidak mengeluarkan polusi udara yang berdampak negatif pada perubahan iklim.

Implementasi Formula E ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperbaiki wajah transportasi di Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, karena kejuaraan yang telah diselenggarakan di empat benua bebas emisi.

sumber: Antara