Ekonomi Indonesia diyakini telah tumbuh secara positif untuk mendorong kepercayaan konsumen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan konsultan yang menyediakan riset dan analisis pasar, Frost & Sullivan memperkirakan penjualan kendaraan di Indonesia mencapai sekitar 1.192.700 unit pada 2019 dengan tingkat pertumbuhan 4,2 persen. Ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus mencatat pertumbuhan positif tahun ini, meningkatkan kepercayaan konsumen sepanjang tahun.

Vivek Vaidya, Mitra Rekanan dan Wakil Presiden Senior Mobilitas di Frost & Sullivan, mengatakan faktor-faktor kunci yang kemungkinan akan membantu pertumbuhan di pasar otomotif Indonesia pada 2019 meliputi pertumbuhan konsumsi domestik, pertumbuhan investasi swasta, dan peluncuran model-model baru .

Dia mengungkapkan, peluncuran produk baru dan menarik seperti, Wuling SUV Almaz dan Suzuki Vitara Brezza. Segmen SUV akan menjadi perhatian positif pada 2019, dan permintaan terpendam untuk model populer yang diluncurkan pada 2018 juga akan terwujud tahun ini.

"Faktor-faktor eksternal seperti perang perdagangan China AS, pengetatan kebijakan moneter di AS dan defisit neraca berjalan Indonesia adalah beberapa kendala pada 2019 yang perlu diatasi dengan sentimen konsumen yang positif untuk tetap berada di jalur pertumbuhan," Vaidya ungkapnya, Kamis (24/1).

Dia melanjutkan, setiap peningkatan dalam perang dagang AS-Cina yang sedang berlangsung dapat memiliki dampak signifikan terhadap Indonesia karena kedua negara adalah mitra dagang utama Indonesia. Pasokan bahan baku Indonesia ke Cina akan terpengaruh.

Penjualan kendaraan penumpang mencapai sekitar 869.835 unit pada 2018. Segmen MPV mendominasi pasar dalam hal volume 630.640 unit dan permintaan untuk SUV telah melonjak sebesar 18,9 persen pada 2018.

"Permintaan MPV dirangsang oleh peluncuran kendaraan baru dan pembaruan seperti Mitsubishi Xpander, Honda HR-V, Honda BR-V, dan Suzuki Ertiga," kata Vaidya.

Toyota terus memimpin dengan lini model yang kuat seperti Avanza, Innova, Calya dan Agya. Sementara Mitsubishi dengan kesuksesan Xpander, telah menggantikan Suzuki sebagai produsen mobil terbesar keempat di Indonesia.