Jakarta –

Industri otomotif adalah sektor yang sangat terpengaruh oleh pandemi virus Corona. Bahkan pada bulan April 2020, penjualan mobil di Indonesia turun 90%. Meski begitu, Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) berjanji bahwa tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan akan membayar tunjangan hari raya (THR) sesuai dengan kewajibannya.

Kementerian Perindustrian menilai bahwa industri otomotif Indonesia memiliki ketahanan terhadap krisis yang disebabkan oleh wabah COVID-19. Secara khusus Kementerian Perindustrian telah meminta Gaikindo 3 hal untuk memastikan industri otomotif Indonesia terus bertahan di tengah pandemi.

"Hal pertama yang ditanyakan, adalah agar industri otomotif di Indonesia tidak boleh rontok. Karena industri otomotif sangat disorot, apalagi kalau ada nama merek yang begitu besar, maka kalau ada pabrik mobil di Indonesia tutup, gambar akan sangat buruk. Kami mencoba, bahwa dengan pandemi ini tidak akan ada penutupan pabrik atau perusahaan otomotif di Indonesia, "kata Ketua Gaikindo, Yohannes Nangoi, dalam sebuah diskusi virtual, yang diselenggarakan oleh MarkPlus, baru-baru ini.

Permintaan kedua dari Kementerian Perindustrian kepada Gaikindo adalah bahwa seharusnya tidak ada kebijakan PHK karyawan. "Kami berusaha untuk bertahan hidup, tentu saja, dengan pekerja kontrak yang telah kedaluwarsa, mungkin tidak dapat diperpanjang lagi. Tetapi apa yang telah kami konsolidasi dengan teman-teman di Gaikindo, tidak ada PHK untuk karyawan tetap. Tetapi kami tidak tahu sejauh mana kami akan selamat, "lanjut Nangoi.

Maka hal ketiga yang diminta oleh Kementerian Perindustrian adalah tentang memenuhi kewajiban membayar uang THR. Kementerian Perindustrian percaya bahwa industri otomotif Indonesia memiliki daya tahan dan kemampuan untuk membayar THR.

"Akhirnya, saya mencoba berbagi dan berbicara dengan teman-teman, sepertinya THR harus dibayar minggu ini atau awal minggu depan, kita harus siap membayar," lanjutnya.

"Jadi ketiga hal ini masih bisa dipenuhi oleh Gaikindo kepada pemerintah," kata Nangoi.

Lihat video "PHK Ratusan Karyawan, Indosat Shake?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / riar)