Jakarta –

Memiliki mobil mewah memang menjadi kebanggaan tersendiri karena tidak semua orang bisa memilikinya. Namun etika mengemudi harus tetap dijunjung tinggi. Seperti yang terjadi di Kanpur, Uttar Pradesh, India, pemilik Ferrari membuat gerakan donat melayang di jalan umum.

Mengutip Autohindustan, Rabu (19/8/2020), polisi menangkap pemilik dan menyita mobil mewah tersebut karena mengganggu kenyamanan masyarakat.

Peristiwa ini terjadi di Kanpur Gangga Barrage, diduga sekelompok orang kaya memblokir jalan, kemudian berkumpul untuk menunjukkan aksi mobilnya.

Lalu lintas yang sepertinya terhalang sama sekali sehingga menimbulkan keributan bagi masyarakat umum. Dalam video yang beredar, mobil Ferrari berwarna merah tersebut kabur saat polisi hendak menghentikannya.

[Gambas:Twitter]

Sebelumnya, polisi mengaku berangkat ke lokasi setelah mendapat pengaduan dari masyarakat melalui nomor darurat 112.

Petugas kemudian memeriksa rekaman CCTV untuk merekam detail plat nomor kendaraan dan kemudian menangkap pemiliknya. Termasuk, Ferrari California GT yang kabur juga disita.

Polisi mengatakan pengemudi mobil itu banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Sharad Khemkar, yang mengemudikan mobil pada saat itu dituduh membahayakan nyawa orang lain, memblokir jalan dan melanggar peraturan di tengah pandemi.

Polisi India juga kerap menyita supercar di tengah pandemi corona. Baru-baru ini, sebuah Lamborghini Huracan disita di Chandigarh setelah pengemudi dinyatakan bersalah karena ngebut dan mengemudi tanpa dokumen. Kemudian, Lamborghini Gallardo juga ditangkap di Bangalore karena tidak memiliki dokumen kendaraan yang sah. Polisi juga mengawasi platform media sosial untuk menemukan pelanggar lalu lintas, akibatnya Yamaha YZF-R1 disita di Bangalore setelah pemiliknya memposting video bergerak 300 km / jam di jembatan layang di dalam batas kota.

Tonton Video "Tampilan dan Fitur Baru pada Honda CBR250RR"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / rgr)