Jakarta – Diperkenalkan sejak 2015, prestise Honda BR-V terus menurun dari tahun ke tahun. BR-V melakukan debut pertamanya sebagai mobil konsep di acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015. Mobil, yang dikatakan sebagai Mobilio SUV, hanya ditawarkan pada tahun 2016.

Dalam debutnya, Honda BR-V mendapat respons positif dari masyarakat Indonesia. Ribuan unit BR-V dipesan meskipun Honda belum merilis harga resminya. Tercantum dalam distribusi partai besar Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) pada tahun pertamanya, Honda dapat mendistribusikan 38.666 unit BR-V.

Bahkan angka distribusi BR-V masih lebih tinggi dari pesaing utamanya, duo Rush-Terios yang masing-masing hanya mencatat 24.371 unit dan 14.248 unit. BR-V juga harus bersaing dengan saudaranya sendiri, HR-V.

Pada 2016 Honda BR-V tercatat mulai menurun. Masih dalam data yang sama, distribusi BR-V 2017 didistribusikan ke 21.932 unit. Memasuki tahun ketiga, penjualan BR-V terus menurun.

Honda bahkan tidak bisa mengirim BR-V ke lebih dari 10.000 unit dalam satu tahun. Hanya 9.140 unit BR-V yang didistribusikan tahun itu. Kemudian memasuki 2019, penjualan BR-V turun lagi. Honda tidak menyangkal hal itu.

Januari-Februari 2019 hanya 155 unit BR-V dikirim ke dealer Honda di seluruh Indonesia. BR-V sendiri tidak memiliki model baru sejak pertama kali diluncurkan empat tahun lalu. Honda hanya menambahkan beberapa komponen atau menghadirkan edisi khusus sehingga BR-V menarik kembali.

Menanggapi ini, Honda juga mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan versi baru dari BR-V sehingga penjualannya akan kembali ke gairah.

"Informasi selanjutnya akan terlihat, tentu saja kita pasti akan memperbarui tampilan BR-V, itu ada di IIMS atau tidak, tunggu saja," kata Jonfis Fandy, Direktur Layanan Purna Jual dan PT Honda Prospect Motor. (kering / bulan)