Jakarta –

Jepang berencana untuk menggunakan bailout veto (bailout) di Dana Moneter Internasional (IMF) untuk negara Lebanon untuk mengembalikan Carlos Ghosn.

Seperti diketahui, Lebanon menjadi pelarian Carlos Ghosn ketika ia tersandung kasus keuangan di Nissan. Sementara negara di Timur Tengah sedang mengalami krisis pandemi di Corona.

Inflasi meningkat, pengangguran tumbuh, makanan menjadi lebih mahal dan utang publik negara itu sekitar $ 90 miliar. Bank juga kehabisan dolar, yang harus dibayar oleh sektor bisnis untuk barang-barang impor. Pejabat pemerintah mulai menegosiasikan persyaratan bailout $ 10 miliar dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Jepang akan memveto permintaan bailout Libanon sebesar $ 10 miliar jika pembuat keputusan di negara Timur Tengah tidak mendeportasi mantan bos Renault-Nissan Carlos Ghosn, menurut pengacara seperti dikutip Autoblog, Selasa (6/6/2020).

Jepang bergabung dengan IMF pada tahun 1952, dan telah menjadi salah satu kontributor utama dana tersebut.

Pemerintahnya tanpa lelah berusaha meyakinkan para pejabat Libanon untuk mengirim Ghosn kembali ke Tokyo sehingga ia bisa diadili karena pelanggaran keuangan, tetapi permintaannya ditolak atau diabaikan.

Meskipun kedua negara sepakat untuk membahas syarat-syarat perjanjian ekstradisi potensial pada awal 2020, tidak ada yang telah menandatangani dan Libanon tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengirim Ghosn kembali. Pemilihan bailout akan memberi para pejabat Jepang kesempatan emas untuk menarik mantan bos Nissan itu dari tangan Lebanon.

"Agar Jepang setuju [bailout], mereka ingin pemerintah Libanon mengekstradisi Ghosn. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan bantuan keuangan kepada Libanon, "Sakher El Hachem, perwakilan hukum Nissan di Lebanon, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Arab News.

"Jika Jepang memveto Lebanon, IMF tidak akan memberikan uang kepada Lebanon kecuali setelah mendeportasi Ghosn," tambahnya.

Tim hukum Ghosn belum mengomentari masalah ini.

Lihat videonya "Mantan bos Nissan Carlos Ghosn diburu oleh Interpol"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)