Jawa Timur dianggap memiliki pertumbuhan bisnis dan ekonomi yang cukup besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) akan kembali menghadirkan seri pameran otomotif yang disebut GIIAS 2019. Gaikindo mengatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk terus mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan bahwa GIIAS 2019 akan dimulai melalui seri GIIAS di beberapa daerah di Indonesia. Di mana Seri GIIAS 2019 di daerah tersebut akan menjadi miniatur GIIAS Jakarta. Tetapi tetap merupakan tempat yang tepat untuk menghadirkan teknologi dan produk otomotif terbaru.

Seri GIIAS 2019 akan dimulai di Surabaya, 29 Maret – 7 April 2019, berlokasi di Grand City Mall, kemudian Jakarta, 18-28 Juli 2019 di ICE, BSD City. Kemudian diikuti oleh Makassar, 4 – 8 September 2019, berlokasi di Celebes Convention Center, dan ditutup di Medan, 23-27 Oktober 2019, bertempat di Santika Convention Center.

Nangoi mengatakan seri GIIAS dimulai di Surabaya karena Gaikindo ingin menyediakan platform yang sesuai bagi APM untuk meluncurkan produk terbarunya di kuartal pertama.

Harapan Gaikindo agar seri GIIAS dapat menjadi arena yang membantu APM Indonesia memperkenalkan teknologi dan produk mereka kepada publik Indonesia. "Jawa Timur adalah daerah terbesar kedua di Indonesia dan pertumbuhan bisnis dan ekonomi cukup besar di daerah ini, sehingga GIIAS Surabaya diharapkan menjadi tempat peluncuran awal tahun untuk APM," kata Yohannes Nangoi, Senin (1). / 14).

Dengan konsep baru yang menempati dua lantai utama Grand City Convex, GIIAS Surabaya akan menggunakan area pameran seluas lebih dari 10.000 meter persegi yang akan berlangsung selama sembilan hari, 29 Maret hingga 7 April 2019.

GAIKINDO percaya bahwa semua merek anggotanya akan memberikan dukungan penuh untuk seri GIIAS 2019. "Selama penyelenggaraan GIIAS, merek anggota Gaikindo telah menyajikan teknologi dan produk terbaru dan terbaik, dan kami berharap bahwa GIIAS 2019 akan membawa inovasi kepada para pengunjung," kata Nangoi.