Jakarta – Pemerintah akan menguji penggunaan 30% biodiesel minyak sawit campuran (B30) pada Mei untuk mendorong penggunaan minyak sawit campuran.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi impor, yang dampaknya adalah memperbesar defisit neraca transaksi berjalan (CAD). Pabrikan otomotif, Scania sedang bersiap-siap.

Scania sendiri memberikan solusi melalui produk yang mereka tawarkan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya adalah penggunaan dua filter sekaligus di armada yang mereka pasarkan di Indonesia.

"Kami siap untuk B30. Kami juga menambahkan filter sehingga ada dua filter. Ada di sasis dan di mesin," kata General Manager General Tractors Tbk Harijadi Mawardi dalam acara Scania Trans Jawa Gathering di Cakung, East Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Hari bahkan menjamin bahwa penggunaan kedua filter ini juga mampu menerima konten nabati yang lebih besar. "Seharusnya mungkin tapi itu masuk ke pengolahan bahan bakar. Selama perawatan itu baik bahwa tidak ada masalah," lanjut Hari.

Hal yang harus diperhatikan dalam konsumsi Biodiesel adalah menjaga agar kandungan mikroorganisme tidak berkembang terlalu besar. Konten ini sering menjadi keluhan karena mengurangi kinerja kendaraan.

"Biodiesel memiliki kandungan mikroorganisme yang harus dijaga. Jika ada terlalu banyak pengembangan itu berbahaya. Perubahan filter harus lebih cepat," kata Hari.

Meskipun banyak yang mengeluh bahwa perubahan filter lebih sering memaksakan PO, Hari mengakui bahwa itu tidak signifikan. "Untuk perubahan filter yang lebih cepat, biaya operasional tidak terlalu signifikan, sejauh ini tidak ada keluhan. Berapa kilo perubahan filter tergantung, jika kami melayani 20.000 km," tutup Hari.

(rip / ddn)