Semarang – Menggunakan kendaraan berbahan bakar gas memang bisa menjadi langkah tepat untuk mengurangi emisi gas buang. Menyadari hal ini, pemerintah kota Semarang sudah mulai menerapkan bahan bakar gas (CNG) ke Bus Rapid Transit (BRT). Tentu dengan niat untuk dapat mengurangi emisi gas buang.

Bahkan pemerintah kota Semarang bersikeras, menggunakan bus berbahan bakar gas (BBG) dapat mengurangi emisi gas buang hingga 6,1 Kilo Ton CO2.

"Emisi karbon di sektor transportasi mencapai 1.350,7 kilo ton CO2. Perhitungan pada 2030, jika tidak ada program pengurangan emisi (bisnis seperti biasa), emisi karbon akan menjadi 2.093 kilo ton CO2," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu 9/1/2019) kemarin.

Hendrar juga menjelaskan bahwa ada dua langkah yang diambil pemerintah terkait Bus Rapid Transit (BRT).

"Ada dua upaya yang harus dilakukan sehubungan dengan BRT Bus Rapid Transit. Pertama, meningkatkan rute dan jangkauan. Kedua, setelah konversi gas untuk BRT akan mengurangi emisi 6,1 Kilo ton CO2," katanya.

"Kedua upaya tersebut tidak begitu tinggi dalam mengurangi emisi, tetapi harus dilewati sebagai tahap transformasi upaya untuk mengurangi emisi terbesar (452,3 kilo ton CO2) dengan menggunakan energi non-fosil di semua kendaraan bermotor di kota," dia menambahkan. (lth / ddn)