Jakarta – Mulai 1 Maret 2019, PT PLN (Persero) berencana untuk dapat mendiskon tarif listrik untuk pemilik kendaraan listrik. Namun untuk dapat meningkatkan penjualan motor listrik, ada sejumlah insentif yang dibutuhkan, lho.

Karena meski rencana PT PLN (Persero) harus diapresiasi, menurut Direktur Pemasaran Viar Motor, Sujipto Atmojo, Rabu (20/2/2018), kepada detikOto.

"Hal utama selain insentif adalah peraturan. Misalnya, ada peraturan untuk memasuki kota yang harus menggunakan kendaraan listrik. Seperti di Beijing, mereka harus menggunakan sepeda motor listrik saat berada di kota. Karena di Beijing kendaraan listrik tidak dibatasi, jika bensin mobil dibatasi atau Surabaya, tidak memungkinkan sepeda motor, misalnya di Sudirman – Thamrin harus menggunakan kendaraan listrik, itu hanya akan berfungsi, "kata Sujipto.

"Selain fasilitas, misalnya, untuk mewujudkan program Jakarta. Langitnya biru, mal harus berubah, dengan mendirikan colokan listrik. Program ini bisa langsung sukses," katanya.

Yang tak kalah penting, pajak atas kendaraan listrik. Menurut Sujipto, pajak kendaraan listrik harus ditekan.

"Selanjutnya, biaya kendaraan, perpanjangan stasiun juga harus disubsidi. Seperti misalnya, misalnya Viar Q1, pemilik harus membayar pajak 10 persen lebih dari harga, bisa mencapai Rp. 2 juta, karena kami harga adalah Rp.

"Tetapi pengurangan tagihan listrik sangat benar, oleskan dapat merangsang penjualan. Karena akan ada banyak manfaat ketika kendaraan listrik digunakan, seperti polusi udara, polusi suara, bahkan minyak tetesan akan berkurang. Selain itu, subsidi bahan bakar berkurang, " dia berkata. (lt / ruk)