Jakarta – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terus mengekspor produknya. Ini dibuktikan dengan keluarnya 1,5 juta unit ekspor sepeda motor yang juga dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

"Kami sangat senang kedatangan (pihak) dari pemerintah, presiden, menteri untuk merayakan 1,5 juta unit ekspor Complete Built-Up (CBU)," kata Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Minoru. Morimoto dalam sambutannya, di Head YIMM Office, Jakarta Timur, Senin (12/3/2018).

Saat ini YIMM secara khusus dipercaya oleh prinsip-prinsip Yamaha Jepang untuk memenuhi kebutuhan sepeda motor Yamaha di pasar global. Melalui karya anak-anak bangsa, kini YIMM mengklaim telah menjadi eksportir terbesar di dunia dalam jajaran Grup Yamaha. "Pabrik produksi pertama sepeda motor ini diresmikan oleh almarhum Bapak Hartato pada tanggal 6 Juli 1985, hari ini adalah eksportir terbesar di dunia dalam Grup Yamaha," jelas Wakil Presiden Direktur PT YIMM Dyonisius Beti.

Menurut Dyonisius hingga November 2018, YIMM telah mengekspor 1.512.000 unit, di mana pada tahun 2018 Yamaha telah mengekspor 338.000 unit. Menurutnya, dengan jumlah ekspor, Grup Yamaha semakin membangun dirinya sebagai pabrik industri sepeda motor terbesar di Indonesia.

"Kami ingin terus meningkatkan ekspor. Untungnya hari ini Yamaha Indonesia adalah eksportir nomor satu (sepeda motor) di Indonesia," katanya.

Jenis-jenis sepeda motor yang diekspor Yamaha tahun ini adalah XMAX, NMAX, LEXI, AEROX, YZF-R3, YZF-R25, MT-03, MT-25, YZF-R15, MX-King, dan beberapa jenis sepeda motor lainnya.

Dia juga menjelaskan bahwa YIMM mengekspor ke 45 negara di 5 benua, seperti Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Perancis, negara-negara di Asia, Afrika dan Australia. Menurutnya, ini membuktikan bahwa karya anak bangsa diakui oleh dunia.

"Mudah-mudahan dengan acara hari ini, ini adalah hal yang baik untuk ekonomi Indonesia. Bahwa Indonesia memiliki pabrik yang memiliki standar kualitas yang baik, dan inilah yang membantu perekonomian. Kami berharap bahwa pemerintah mendukung Indonesia & # 39; produksi terus menerus, "tutupnya.

Selain Presiden Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga, Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Agung, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, dan tamu undangan lainnya juga hadir. (ega / lth)