Jakarta –

Detikers, tahukah Anda bahwa ban di Indonesia dan Eropa berbeda jenis?

Mungkin Anda sudah menebaknya karena musim dan suhu udara Eropa dan Indonesia berbeda. Namun sebenarnya ada satu rahasia lain, yaitu perbedaan mendasar antara ban di Eropa dan Indonesia (dan Asia Tenggara pada umumnya).

"Perbedaan antara ban (ban di Eropa dan Indonesia-Red), terletak pada material ban (bukan hanya karena musim-Red) yang ada di dalam ban, yang mengarah ke fungsi ban," kata PT Sumi Rubber & Manajer Pelatihan (Pemegang Agen Merek Dunlop di Indonesia), Bambang Hermanu, Kamis (20/02/2020) di Cikarang, Jawa Barat.

Bambang melanjutkan, cuaca dan musim sangat menentukan karakteristik ban di Eropa dan di Indonesia. Namun, pilihan bahan dalam ban adalah faktor penentu dalam perbedaan ban untuk kedua wilayah.

Perbedaan suhu dan iklim membuat karakter dan bahan ban Indonesia berbeda dari yang digunakan di Eropa. Foto: Lutfi Andika / detikOto

"Misalnya kalau di Eropa udaranya kering, jadi kalau ban dibuka bahannya tidak akan berkarat. Kalau di Indonesia udaranya lebih lembab. Bahkan kelembabannya sangat tinggi bisa mencapai di atas 70 persen, nafas kita sebenarnya mengandung air juga," Kata Bambang.

"Jadi jika ban ditusuk paku oleh paku, tambalan tidak baik di bawah telapak ban, ada kawat, jika kawat menyentuh air atau air yang mengandung air berkarat," tambah Bambang.

Jika bahan di dalam ban terkorosi, risiko ban meledak bahkan lebih besar.

"Jika ada dua lapisan kawat di ban. Jika satu kawat berkarat, maka akan terpisah dan akan bergelombang. Jika sudah bergelombang, ban pasti tidak akan nyaman dikendarai, meledak, itu hanya masalah waktu, "katanya.

"Jadi perbedaan antara ban di Eropa dan di Indonesia ada di kawat. Di Indonesia, kawat di dalam ban dimodifikasi, dibungkus dengan nilon.

Lihat videonya "Future Futuristic Tyres Dipamerkan di GIIAS 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)