Jakarta –

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan siswa dari Fakultas Hukum UKI Jakarta Eliadi dan Ruben Saputra yang menggugat UU LLAJ. MK menekankan bahwa lampu sepeda motor harus menyalakan lampu pada siang hari.

"Tolak petisi para pemohon semaksimal mungkin," kata Ketua Mahkamah Agung Anwar Usman dalam sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2020).

Dalam pertimbangannya, Mahkamah menyatakan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah sesama pengemudi yang tidak dapat mengantisipasi keberadaan satu kendaraan ke kendaraan lain.

"Karena itu, undang-undang mengatur pembatasan yang merupakan antisipasi bagi pengendara terhadap pengendara lain, seperti prasyarat kesehatan penglihatan bagi pengendara, lampu kendaraan, klakson, kaca spion, dan sebagainya," katanya.

Dalam hal keselamatan berkendara, apa fungsi menyalakan lampu sepeda motor di siang hari?

"Mata bisa lebih cepat menangkap cahaya yang menyala jika dilihat dari kaca spion, sehingga pengemudi bisa cepat sadar atau sadar akan keberadaan kendaraan lain," kata Praktisi Keselamatan Mengemudi Andry Berlianto beberapa waktu lalu.

Dalam kondisi ini, setiap kendaraan tanpa kecuali harus menyalakan lampu depan, Andry mengatakan kendaraan yang berada di jalan satu sama lain dapat mengantisipasi satu sama lain kendaraan yang ada di sekitarnya dan yang akan lewat.

"Antisipasi potensi kecelakaan dapat dilakukan secara langsung ketika mata melihat benda-benda terang di kaca spion, efek lampu pada cahaya dapat membuat tingkat kontras lebih tinggi dari latar belakang," katanya.

Tujuan dari pengaturan dan pembatasan tersebut adalah untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Dalam hal ini, Pasal 107 UU LLAJ mengatur penggunaan lampu depan bagi pengendara.

Lampu utama adalah salah satu bagian dari keseluruhan sistem penerangan dan perangkat pemantul cahaya pada kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Pasal 48 ayat (2) huruf a bagian i yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Khususnya sepeda motor harus dilengkapi dengan lampu depan dekat dan lampu jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya setidaknya 40 meter ke depan untuk lampu depan dekat dan 100 meter ke depan untuk lampu depan jauh.

Mengutip riderslawgroup, penelitian yang dilakukan oleh berbagai kelompok keselamatan lalu lintas di AS dan Eropa menunjukkan bahwa penggunaan lampu utama di siang hari dapat membantu mencegah antara 7 dan 25 persen dari semua kecelakaan mematikan di siang hari.

Pengemudi yang tidak menyalakan lampu di siang hari akan dikenakan denda karena melanggar Pasal 293 ayat 2 UU no.22 tahun 2009.

"Setiap orang yang mengendarai sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu di siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) akan dikenakan hukuman maksimal 15 hari penjara atau denda maksimum Rp 100.000," kata artikel.

Lihat videonya "Ini adalah momen Jokowi tidak menyalakan lampu sepeda motor yang dipertanyakan oleh Eliadi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)