Jakarta –

Selama pandemi virus Corona, pembersih tangan diperlukan peralatan untuk dibawa. Meskipun fungsinya penting untuk membunuh bakteri dan kuman di tangan, pembersih tangan juga bisa menimbulkan bahaya. Misalnya ketika pembersih tangan tertinggal di dalam mobil, itu dapat menyebabkan risiko kebakaran mobil. Bagaimana bisa?

Organisasi Pemadam Kebakaran Danau Barat di Wisconsin, Amerika Serikat (AS), memperingatkan banyak orang tentang bahaya meninggalkan pembersih tangan di dalam kendaraan ketika cuaca sedang panas.

Dalam catatan di Facebook-nya, Kamis (21/5/2020) dinas keselamatan menunjukkan gambar pintu mobil yang dibakar oleh pembersih tangan.

Dijelaskan bahwa beberapa waktu lalu pernah terjadi kebakaran karena pengemudi meninggalkan hand sanitizer di dalam kendaraan. Dikatakan bahwa pembersih tangan sebagian besar terbuat dari cairan berbasis alkohol yang sangat mudah terbakar.

"Jadi simpan pembersih tangan di mobil Anda ketika cuaca panas, maka itu akan mengekspos sinar matahari ke pembersih tangan botol, itu dapat menyebabkan bencana," memperingatkan artikel itu.

Harap dicatat, selain menjadi pembersih tangan, ada 5 faktor lain yang menyebabkan mobil terbakar. Pertama, karena menempatkan barang-barang yang mudah terbakar di dalam kap mesin. Potensi kebakaran ini dapat terjadi karena keberadaan kain yang digunakan untuk mencuci mobil di kap yang dilupakan. Benda seperti kain kering atau kain mikrofiber bisa terbakar jika terkena sumber panas seperti blok mesin atau pipa knalpot.

Kedua, karena memodifikasi sistem kelistrikan. Sistem kelistrikan yang dimodifikasi secara sembarangan dapat menyebabkan korsleting. Contoh modifikasi yang berpotensi menyebabkan kebakaran adalah mengganti lampu depan atau lampu kabut dengan lampu aftermarket yang tidak sesuai dengan standar pabrikan.

Ketiga, karena kebocoran oli mesin. Tetesan oli mesin dapat terbakar ketika menyentuh medan panas seperti pipa knalpot.

Keempat, parkir dekat dengan sumber api. Tanpa disadari, pengendara bisa parkir di dekat sumber api, seperti tempat sampah. Apalagi kalau ternyata sampahnya baru saja dibakar. Bara dari pembakaran terbang dapat mengenai bagian mobil yang sensitif seperti kabel listrik.

Mesin yang masih panas juga berisiko terbakar jika terkena limbah plastik yang terbang tertiup angin. Karena itu, ketika berhenti dulu pastikan mobil aman dari sumber panas.

Kelima, karena menyimpan barang yang mudah terbakar di dalam mobil. Barang-barang seperti bensin, timah, parfum cair atau pemantik gas cenderung terbakar jika disimpan di dalam kabin.

Lihat videonya "Ini bahaya jika Hand Sanitizer digunakan terus menerus"
[Gambas:Video 20detik]
(lua / din)