Jakarta –

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan agar mobil baru diberikan kelonggaran pajak. Usulan Kementerian Perindustrian adalah pajak mobil baru nol persen setidaknya hingga Desember 2020.

Cara ini diyakini mampu membangkitkan industri otomotif yang memiliki multiplier effect. Pasalnya, di industri otomotif saja, sebanyak 1,5 juta orang dipekerjakan. Dengan adanya pelonggaran pajak mobil baru, diyakini perekonomian Indonesia akan kembali bergerak.

Namun, pengamat otomotif Bebin Djuana menilai perlu lebih memperhatikan pajak mana yang akan dinolkan. Jangan sampai negara malah kehilangan pendapatan dari industri otomotif.

“Perlu kita pahami, mobil memang sebagian besar, hampir 50% dari harga, itu unsur pajak,” kata Bebin kepada detikcom melalui telepon, Kamis (24/9/2020).

“Yang dimohon keringanan (pajak mobil baru) sampai akhir tahun pajak yang mana,” lanjutnya.

Menurut dia, jika Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dibebaskan, itu akan membantu. Tapi mengharapkan semua pajak dihapuskan, kata Bebin, "rasanya seperti mimpi di siang bolong."

“Karena pemerintah masih butuh pemasukan. Jadi sarannya oke tapi jangan sampai ketinggalan. Yang masih diterima akal sehat,” ujarnya.

Tidak Banyak Pengaruh

Tonton video "Review Yaris 2020, Senjata Toyota Melawan Honda Jazz"
[Gambas:Video 20detik]