Pengendara sepeda motor perlu mewaspadai potensi bahaya yang ditemui di jalan raya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Terdapat 120 jenis potensi bahaya yang dapat menghantui bikers saat berkendara di jalan raya. Hal tersebut terungkap dari hasil simulasi berkendara yang dikembangkan oleh Honda Riding Trainer.

“Bikers perlu mengetahui potensi bahaya yang ditemui di jalan raya dan cara mengatasinya. Pengetahuan dan tips tersebut dapat mengurangi risiko saat berkendara di berbagai kondisi jalan raya,” ujar Kepala Departemen Safety Riding PT Astra Honda Motor, Johanes Lucky Margo Utomo dalam sambutannya. pernyataan resmi. , Selasa.

Berikut penjelasan dan tips dari tim AHM Safety Riding dalam mengatasi potensi bahaya di jalan raya:

Jenis potensi bahaya
– Potensi bahaya yang terlihat oleh pengendara sepeda motor tanpa perlu diprediksi oleh pengendara sepeda motor, seperti kendaraan yang berhenti di pinggir jalan atau mengantuk saat berkendara.

– Potensi bahaya yang dapat menarik perhatian dan konsentrasi pengendara sepeda motor. Potensi bahaya ini belum terlihat namun sudah memberikan rambu-rambu yang menarik perhatian, seperti kendaraan lain yang memberi lampu persinyalan atau kondisi kendaraan yang menggunakan ban yang sudah aus.

“Potensi bahaya ini tergolong tingkat menengah dan membutuhkan pengetahuan lebih untuk menanganinya dengan baik,” ujarnya.

– Potensi bahaya yang membutuhkan kemampuan prediksi bahaya yang lebih tinggi, yaitu potensi bahaya yang tidak langsung terlihat oleh pengendara sepeda motor & # 39; mata, seperti kendaraan yang tiba-tiba muncul di persimpangan jalan.

Sumber potensi bahaya
– Potensi bahaya dari sisi manusia secara tidak sadar menimbulkan bahaya, seperti kelelahan yang menyebabkan kantuk, emosi yang tidak terjaga, dan juga tidak mematuhi rambu lalu lintas di jalan raya.

Gangguan kecil sekalipun saat mengemudi dapat menjadi potensi bahaya, seperti bersin yang dapat mengganggu pandangan atau saat konsentrasi pengendara motor terganggu.

– Bahaya potensial yang berasal dari kendaraan yang digunakan. Hal tersebut kerap terjadi akibat kurangnya kesadaran bikers untuk rutin melakukan perawatan kendaraan pada bagian-bagian yang krusial untuk keselamatan, seperti sistem pengereman.

– Potensi bahaya dari lingkungan seperti kondisi jalan raya yang tidak diketahui biker, kondisi cuaca seperti kabut yang sering turun di daerah pegunungan, atau kondisi hujan yang membuat jalan semakin licin.

“Banyak kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai dengan regulasi berkendara sehingga sangat berbahaya bagi bikers, seperti penggunaan ban kecil. Jadi alangkah baiknya memodifikasi kendaraan dengan memperhatikan unsur keselamatan dan kenyamanan saat berkendara, "dia menjelaskan.

Mengatasi potensi bahaya
Untuk mengatasi potensi bahaya, pengendara sepeda motor dapat meningkatkan keterampilan prediksi bahaya dan juga memperkuat teknik mengemudi. Meningkatkan prediksi bahaya dapat dilakukan dengan beberapa cara:

– Belajar dari pengalaman Anda sendiri dengan menambah jam penerbangan Anda di berbagai kondisi jalan raya.

– Bisa juga belajar dari pengalaman orang lain dengan membaca atau mengikuti komunitas motor sebagai wadah berbagi pengalaman berkendara.

– Bisa belajar dari alat simulator mengemudi sepeda motor seperti Honda Riding Trainer.

“Bikers dapat mengikuti kelas Safety Riding atau menggunakan simulator mengemudi seperti Honda Riding Trainer yang dapat meningkatkan kemampuan prediksi bahaya jalan raya dan meningkatkan kemampuan analisis kondisi jalan,” jelasnya.

Alat simulator Honda Riding Trainer dapat ditemukan di ruang prediksi bahaya di AHM-Safety Riding Park, Deltamas, Bekasi, dan 940 dealer di berbagai area Main Dealer Honda.

sumber: Antara