Jakarta – Segmen hatchback tidak terlalu populer di Indonesia dibandingkan dengan MPV. Namun bukan berarti mobil-mobil hatchback tidak laris.

Segmen hatchback mulai ramai ketika Honda pertama kali memperkenalkan Jazz di Indonesia pada tahun 2004. Jazz segera mendominasi penjualan, mengalahkan model yang sebelumnya telah hadir di negara seperti Chevrolet Aveo, Peugeot 206/207, ke VW Golf.

Di tahun pertamanya, Jazz terjual laris. Berdasarkan data distribusi partai besar (dari pabrik ke dealer) Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Honda merilis 24.844 unit Jazz pada waktu itu. Tahun kedua, Jazz semakin melirik. Penjualan juga meningkat menjadi 32.241 unit. Di tahun kedua itu, Jazz juga datang untuk kedatangan lawan baru, Suzuki Swift. Penjualan cepat tidak semulus Jazz. Tahun pertama, Swift hanya menjual 856 unit.

Ingin merasakan manisnya menjual hatchback, Toyota tidak mau ketinggalan dengan membawa hatchback Yaris di sini. Meski tidak sebanyak Jazz, Yaris bisa mencatat penjualan 9.899 pada 2006.

2018 Toyota Yaris. Foto: Dadan Kuswaraharja
Meskipun kedatangan banyak pemain baru, kompetisi utama untuk hatchback di Indonesia didominasi oleh Jazz dan Yaris. Kompetisi berlanjut hingga hari ini.
Selusin tahun di Indonesia, tahta hatchback terlaris belum digusur. Tahta itu masih dipegang oleh Honda Jazz. Selama 15 tahun telah ada 306.446 unit Jazz yang diaspal di jalan. Sementara Yaris hanya menjual 185.412 unit.

Persaingan tampaknya berlanjut. Apalagi jika Honda dan Toyota meluncurkan versi terbaru Jazz dan Yaris. (kering / rgr)